Konten dari Pengguna

Cara Kerja Insektisida Fenite yang Membuat Hama Ulat Berhenti Makan

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Kerja Insektisida Fenite, Pexels/Gustavo Fring
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Kerja Insektisida Fenite, Pexels/Gustavo Fring

Insektisida Fenite merupakan salah satu jenis pembasmi serangga perkebunan yang dicari-cari para petani. Hal itu membuat banyak orang mulai penasaran mengenai bagaimana cara kerja insektisida Fenite itu sendiri.

Dikutip dari buku Insektisida Penganggu Pertumbuhan dan Perkembangan Serangga, Y. Andi Trisyono, (2019:40), dijelaskan bahwa serangga tertentu sangat mengganggu pertumbuhan tanaman, untuk itu perlu dibasmi dengan insektisida.

Insektisida sendiri terbuat dari bahan-bahan kimia bersifat racun yang didesain khusus untuk membunuh serangga, seperti halnya belalang, kepik, wereng, dan ulat.

Cara Kerja Insektisida Fenite

Ilustrasi Cara Kerja Insektisida Fenite, Pexels/Gustavo Fring

Sebelum memutuskan untuk menggunakannya, petani harus tahu cara kerja insektisida Fenite. Jenis insektisida ini disebut-sebut bisa membuat hama ulat berhenti makan dalam jangka waktu singkat.

Insektisida Fenite bekerja dengan cara membuat ulat yang terpapar berhenti makan. Insektisida Fenite memiliki dua bahan aktif, yaitu Emamektin benzoat dan Iufenuron.

Jenis insektisida tersebut kerap dipilih untuk membasmi hama ulat di kebun karena beberapa keunggulannya, seperti daya bunuh ulat lebih cepat, aman untuk tanaman, tidak menyebabkan resistensi, cara kerjanya unik yakni dengan membuat ulat berhenti makan.

Supaya hasilnya maksimal, insektisida Fenite harus digunakan dengan dosis sesuai tanaman yang ingin dibasmi hama ulatnya. Penjelasan lebih lanjutnya bisa disimak pada ulasan berikut:

  • Jika diterapkan pada tanaman padi, dosis yang digunakan adalah 10–15 ml per tangki 16 liter

  • Khusus tanaman kubis, dosisnya 1,0 ml/l yang efektif untuk membasmi hama ulat krop (Crocidolomia pavon).

  • Sementara khusus tanaman bawang merah, dosis yang dipakai adalah 1,0 ml/l untuk hama penggorok daun (Liriomyza huidobrensis).

  • Terakhir jika digunakan pada tanaman jagung, dosisnya 1,5 ml/l untuk membasmi hama ulat grayak (Spodoptera frugiperda).

Takaran penggunaan insektisida Fenite yang dijelaskan di atas penting untuk diterapkan petani. Jangan sampai menggunakan dosis di atasnya atau di bawahnya supaya terhindari dari efek-efek buruk yang mungkin saja muncul.

Demikianlah ulasan seputar cara kerja insektisida Fenite beserta dosis yang disarankan untuk diterapkan. Jangan lupa selalu mengontrol penggunaannya supaya tidak berdampak buruk pada lingkungan.

Baca juga: Cara Stek Tanaman Buah Naga dengan Benar agar Cepat Tumbuh dan Berbuah