Cara Kerja Sistem Irigasi Otomatis untuk Mengontrol Aliran Air

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memberikan asupan air yang cukup pada tanaman mempengaruhi kesuksesan dalam merawat tanaman. Sistem irigasi otomatis ini bisa menjadi solusi untuk asupan air tersebut. Maka dari itu, ketahuilah cara kerja sistem irigasi otomatis untuk mengontrol aliran air.
Dikutip dari Sistem Irigasi Otomatis dengan Menggunakan Arduino Uno dan Teknologi IOT, oleh Rahmat, et al, (172:2021), dalam situs jurnal.dharmawangsa.ac.id, sistem irigasi otomatis adalah suatu sistem alat penyiraman.
Sistem ini berguna untuk kegiatan berkebun yang terdiri dari rangkaian alat dan aplikasi monitoring yang terhubung dengan internet. Sistem ini dibangun untuk memudahkan salah satu kegiatan berkebun yaitu penyiraman tanaman.
Cara Kerja Sistem Irigasi Otomatis untuk Mengontrol Aliran Air
Cara kerja sistem irigasi otomatis untuk mengontrol aliran air ini memiliki teknik yang harus diperhatikan. Perlu diketahui, pada aplikasi monitoring terdapat opsi pilihan cara kerja rangkaian alat yaitu secara otomatis dan manual.
Dikutip dalam jurnal Sistem Irigasi Otomatis dengan Menggunakan Arduino Uno dan Teknologi IOT, oleh Rahmat, et al, (172:2021), dalam situs jurnal.dharmawangsa.ac.id, sistem ini dirancang dengan menerapkan teknologi IoT (Internet of Things).
Hal ini memberikan rangkaian alat dan aplikasi monitoring dapat berkomunikasi atau yang disebut komunikasi M2M (Machine to Machine). Lalu, untuk cara kerja sistem irigasi otomatis dalam penelitian oleh Rahmat, et al, (2021), adalah sebagai berikut:
Menyalakan rangkaian sistem irigasi otomatis dam tunggu rangkaian sampai terhubung dengan jaringan internet (ditandai dengan tempo blink pada SIM800L menjadi semakin cepat).
Buka Aplikasi “Kelembaban Tanah IoT.apk” yang terinstall pada smartphone.
Pilih opsi manual dengan menekan “Manual Button” pada tampilan antar muka.
Setelah “On dan Off Button” muncul, tekan “On Button” pada tampilan antar muka untuk memulai proses penyiraman.
Perhatikan proses penyiraman yang dilakukan rangkaian.
Hentikan proses penyiraman jika dirasa telah cukup dengan menekan “Off Button” pada tampilan antar muka.
Perhatikan proses penyiraman akan diberhentikan rangkaian.
Sebelumnya, petani harus membuat sistem irigasi otomatis terlebih dahulu yang membutuhkan keterampilan khusus. Cara di atas, adalah tahap implementasi atau cara kerjanya setelah alat tersebut siap.
Implementasi ini adalah tahap penerapan cara kerja sistem berdasarkan analisa dan juga perancangan yang telah dibuat sebelumnya untuk kemudian dijalankan dengan sepenuhnya secara terperinci.
Dalam mengimplementasikan rangkaian sistem irigasi otomatis terdiri dari implementasi hardware dan software. Jadi, harap perhatikan hal tersebut dengan baik.
Demikianlah penjelasan tentang cara kerja sistem irigasi otomatis untuk mengontrol aliran air. (IF)
Baca juga: Pengertian Irigasi Tetes dan Manfaatnya bagi Tanaman
