Cara Membuat Pupuk Kompos Cair Sederhana dengan Bahan di Rumah

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pupuk kompos cair adalah salah satu solusi efektif dan ramah lingkungan untuk menyuburkan tanaman. Cara membuat pupuk kompos cair perlu dipahami untuk mengetahui cara kerja jenis pupuk ini.
Dikutip dari jurnal.umj.ac.id, berjudul cara pembuatan pupuk kompos pada masa pandemi, Reza Fahlevi dkk, 2021, 261, pupuk kompos cair memberikan nutrisi alami yang lebih mudah diserap oleh tanaman dibandingkan dengan pupuk kimia.
Selain itu, membuat pupuk kompos cair sendiri tidak hanya hemat biaya, tetapi juga membantu mengurangi limbah rumah tangga. Sehingga, bahan yang ada di rumah menjadi bahan utama dalam pembuatan pupuk ini.
Cara Membuat Pupuk Kompos Cair Sederhana
Cara membuat pupuk kompos cair bisa dilakukan dengan sederhana menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah. Pupuk kompos cair dipilih karena memiliki beberapa keunggulan, yaitu:
Mudah diserap tanaman: Nutrisi dalam pupuk kompos cair lebih cepat diserap oleh akar tanaman karena bentuknya yang cair.
Ramah lingkungan: Proses pembuatannya menggunakan bahan-bahan organik yang mudah terurai, mengurangi limbah dan polusi.
Menghemat biaya: Dengan memanfaatkan sisa-sisa dapur dan kebun, petani bisa membuat pupuk cair tanpa perlu membeli bahan tambahan.
1. Bahan-Bahan Pupuk Kompos Cair
Untuk membuat pupuk kompos cair sederhana, berikut adalah bahan-bahan yang perlu disiapkan.
Sisa sayuran dan buah-buahan (potongan kecil).
Daun-daun kering atau hijau.
Limbah dapur seperti ampas kopi,Pupuk kulit telur, dan sisa teh.
Air cucian beras (sebagai tambahan nutrisi).
Air secukupnya (untuk fermentasi).
Gula merah atau molase (untuk mempercepat fermentasi).
2. Langkah-Langkah Membuat Kompos Cair
Berikut adalah langkah-langkah sederhana untuk membuat pupuk kompos cair.
Siapkan wadah fermentasi: Gunakan ember plastik atau drum bekas yang memiliki penutup. Pastikan wadah tersebut bersih dan tidak bocor.
Masukkan bahan organik: Potong kecil-kecil sisa sayuran, buah-buahan, dan daun-daun. Masukkan semua bahan organik ke dalam wadah fermentasi.
Tambahkan air: Tambahkan air secukupnya hingga semua bahan organik terendam. Jumlah air yang digunakan tergantung pada banyaknya bahan organik.
Campurkan gula merah atau molase: Tambahkan gula merah atau molase ke dalam campuran. Ini akan membantu proses fermentasi berjalan lebih cepat dan optimal.
Fermentasi: Tutup wadah dengan rapat dan biarkan selama 1-2 minggu. Setiap 2-3 hari, aduk campuran agar proses fermentasi merata. Wadah harus ditempatkan di tempat yang teduh dan jauh dari sinar matahari langsung.
Penyaringan: Setelah 1-2 minggu, buka wadah dan saring campuran menggunakan kain atau saringan halus. Cairan yang dihasilkan adalah pupuk kompos cair.
Penyimpanan dan penggunaan: Simpan pupuk cair dalam botol atau wadah tertutup. Pupuk ini dapat langsung digunakan untuk menyiram tanaman, dengan perbandingan 1:10 (1 bagian pupuk cair dengan 10 bagian air).
Gunakan pupuk cair ini sekali dalam seminggu untuk tanaman hias dan dua kali seminggu untuk tanaman sayuran. Hindari penggunaan berlebihan karena dapat menyebabkan kelebihan nutrisi pada tanaman.
Pupuk cair ini juga dapat digunakan sebagai pupuk daun dengan menyemprotkan langsung ke daun tanaman.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, petani dapat menghasilkan pupuk cair yang kaya nutrisi.
Cara membuat membuat pupuk kompos cair sederhana di rumah adalah cara efektif untuk mendukung pertumbuhan tanaman dengan hemat biaya dan dampak lingkungan yang positif.
Baca juga: 3 Cara Membuat Pupuk dari Ikan untuk Tanaman Lebih Subur
