Cara Membuat Pupuk Serasah, Alat dan Bahan, serta Tips Tambahannya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara membuat pupuk serasah menjadi salah satu solusi ramah lingkungan dalam mengelola limbah organik rumah tangga. Pupuk serasah merupakan pupuk yang dihasilkan dari penguraian bahan organik seperti daun, ranting, dan sisa tanaman lainnya.
Penggunaan pupuk ini mampu memperbaiki kualitas tanah serta meningkatkan kesuburan tanaman tanpa penggunaan bahan kimia. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, pupuk serasah menjadi pilihan yang tepat.
Panduan Lengkap Cara Membuat Pupuk Serasah
Pupuk serasah merupakan pilihan yang ideal bagi siapa pun yang ingin berkebun dengan cara yang lebih alami.
Mengutip Kualitas dan Kuantitas Kandungan Pupuk Organik Limbah Serasah Dengan Inokulum Kotoran Sapi Secara Semianaerob, Aulia Yekti H., (2013:4), Serasah mengandung bahan organik dan jika dikembalikan ke dalam tanah akan dapat membantu memulihkan atau meningkatkan kesuburan tanah.
Berikut adalah cara membuat pupuk serasah (daun-daun kering atau sisa tanaman) yang dikenal juga sebagai pupuk kompos:
Alat dan Bahan:
Serasah daun: Daun-daun kering, sisa tanaman, rumput, ranting kecil, atau bahan organik lainnya.
Bahan hijau: Seperti rumput basah atau sisa sayuran segar untuk meningkatkan kadar nitrogen.
Air: Untuk menjaga kelembapan bahan kompos.
Tanah atau kompos jadi: Untuk mempercepat proses pembusukan karena mengandung mikroorganisme pengurai.
Alat pencacah atau gunting taman: Untuk memperkecil ukuran bahan serasah sehingga lebih cepat terurai.
Wadah kompos: Bisa berupa drum, kotak kayu, atau lubang di tanah.
Sekop atau garpu kebun: Untuk membolak-balik kompos.
Em4 (opsional): Larutan mikroorganisme untuk mempercepat proses pengomposan.
Langkah-langkah Membuat Pupuk Serasah:
1. Persiapan Bahan Serasah
Kumpulkan serasah, seperti daun kering, ranting kecil, atau sisa tanaman. Potong-potong serasah menggunakan gunting taman atau alat pencacah agar ukurannya lebih kecil, sehingga proses pembusukan berlangsung lebih cepat.
2. Persiapan Wadah Kompos
Siapkan wadah pengomposan seperti kotak kayu atau drum plastik berlubang. Jika tidak memiliki wadah, kamu bisa menggali lubang di tanah sebagai tempat pengomposan. Pastikan ada aliran udara yang cukup agar proses penguraian berjalan baik.
3. Pengaturan Lapisan Bahan
Mulailah dengan membuat lapisan pertama dengan bahan yang lebih kasar, seperti ranting kecil atau batang tanaman, agar sirkulasi udara baik di dasar tumpukan kompos.
Tambahkan lapisan bahan serasah daun kering setebal 15-20 cm.
Tambahkan lapisan bahan hijau seperti sisa sayuran, rumput segar, atau potongan buah. Ini penting untuk menyeimbangkan kadar karbon dan nitrogen di dalam kompos.
Taburkan tanah atau kompos yang sudah jadi di atas lapisan tersebut. Tanah mengandung mikroorganisme yang membantu mempercepat proses penguraian.
Ulangi proses ini hingga tumpukan kompos mencapai ketinggian yang diinginkan.
4. Menjaga Kelembapan
Setelah beberapa lapisan terbentuk, siram tumpukan kompos dengan air secukupnya. Jangan terlalu basah atau terlalu kering. Idealnya, kelembapan kompos seperti spons yang diperas, lembap tetapi tidak meneteskan air.
Jika menggunakan Em4, semprotkan secara merata ke tumpukan untuk mempercepat proses penguraian.
5. Pembalikan Kompos
Setelah beberapa minggu, aduk atau bolak-balik tumpukan kompos dengan sekop atau garpu kebun. Pembalikan ini penting untuk mempercepat proses penguraian karena memperbaiki sirkulasi udara di dalam tumpukan.
Lakukan pembalikan setiap 2-3 minggu sekali.
6. Penguraian dan Fermentasi
Biarkan kompos selama 2 hingga 3 bulan untuk terurai secara sempurna. Proses penguraian akan lebih cepat jika suhu di dalam tumpukan tetap hangat, tumpukan sering dibolak-balik, dan kelembapan dijaga dengan baik.
7. Penyelesaian
Setelah 2-3 bulan, kompos akan berubah warna menjadi cokelat tua kehitaman dan berbau seperti tanah. Ini menandakan kompos siap digunakan.
Ayak atau pisahkan kompos dari sisa-sisa bahan yang belum terurai sempurna.
Tips Tambahan:
Hindari menambahkan bahan organik yang sulit terurai seperti plastik, logam, minyak, atau bahan kimia.
Jika tumpukan kompos terlalu basah, tambahkan lebih banyak bahan kering seperti serasah atau kertas kering.
Jika terlalu kering, tambahkan air atau bahan hijau.
Pupuk serasah yang sudah jadi dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman di kebun atau pekarangan rumah karena mengandung nutrisi yang dibutuhkan tanaman, memperbaiki struktur tanah, dan meningkatkan kesuburan tanah.
Dengan memanfaatkan metode cara membuat pupuk serasah, seseorang dapat turut serta dalam upaya pelestarian lingkungan sambil meningkatkan kesuburan tanah secara alami.
Baca juga: 5 Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Organik Rumah Tangga yang Sederhana
