Konten dari Pengguna

Cara Menanam Jagung dengan Mudah dan Praktis tanpa Olah Tanah

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tanaman jagung. Foto: Skitterphoto/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tanaman jagung. Foto: Skitterphoto/Pixabay

Jagung adalah salah satu makanan sumber karbohidrat. Oleh karenanya, masih banyak masyarakat yang menanam tanaman ini untuk diolah sebagai pengganti nasi. Cara menanam jagung pun cukup beragam.

Salah satu cara menanam jagung adalah menggunakan sistem Tanpa Olah Tanah (TOT). Cara ini dianggap efektif karena hanya membutuhkan lubang pada tanah untuk menanam benih jagung.

Lalu, apa sih sistem TOT itu dan bagaimana cara menanam jagung dengan sistem ini? Berikut ini penjelasannya.

Sistem Tanpa Olah Tanah (TOT)

Dilansir dari laman Kementrian Pertanian, Sistem Tanpa Olah Tanah (TOT) adalah sistem tanam yang tidak memerlukan persiapan lahan. Akan tetapi, penanaman hanya membutuhkan lubang pada tanah.

Sistem ini dianggap tidak merepotkan bagi petani. Untuk melubangi tanah pun cenderung mudah, hanya membutuhkan tugal untuk membuat lubang pada tanah.

Fungsi lubang ini untuk menanam benih, dalam hal ini adalah jagung. Sayangnya, tidak semua lahan cocok untuk menerapkan sistem ini. Sistem TOT biasa diterapkan pada lahan bekas panen padi atau sawah tadah hujan.

Sistem ini juga efektif untuk menghindari kerusakan pada tanah dan menghemat biaya. Caranya yang mudah dan praktis pun banyak diterapkan oleh petani saat ini.

Cara Menanam Jagung dengan Sistem TOT

Proses penanaman jagung. Foto: Couleur/Pixabay

1. Mempersiapkan Lahan

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan lahan. Lahan yang dimaksud adalah lahan pasca panen padi. Anda juga perlu mempersiapkan jerami sisa padi untuk dicacah dan disebar ke permukaan tanah. Tujuannya tidak lain lagi untuk mulsa.

Jangan lupa juga untuk membuat drainase dengan membentuk garis lurus dengan jarak per dua meter. Selain itu, Anda perlu membersihkan gulma yang bisa merusak tanaman.

Perhatikan pula kesuburan tanah. Apabila tanah kurang subur, kamu perlu memberikan pupuk organik.

2. Proses Penanaman

Proses penanaman dimulai dari menyiapkan benih unggul. Atur juga jarak tanam sepanjang 20 cm dan jarak antar baris sepanjang 70 hingga 75 cm.

Jangan langsung menaburkan benih jagung apabila lahan usai diberi pupuk. Tunggu selama kurang lebih satu minggu.

Lubangi tanah dengan tugal sedalam 3-5 cm. Setiap lubangnya, masukkan dua benih jagung dan tutup lubang dengan tanah. Anda juga bisa memberikan pupuk tambahan usai menanam.

3. Sistem Pengairan

Gunakan sistem pengairan penggenangan. Genangi air di drainase dengan mengalirkan dari saluran air. Cukup berikan air hingga meresap ke tanah.

Jangan biarkan tanah digenangi banyak air. Anda bisa mengeluarkan air dari saluran drainase apabila tanah telah lembap.

4. Memanen Jagung

Panen jagung memiliki dua jenis dan sama-sama tidak membutuhkan waktu lama. Pertama, memanen apabila ingin dimasak, tunggu kurang lebih selama 65 hari.

Kamu harus lebih bersabar apabila ingin dipanen dalam keadaan kering. Tunggu jagung hingga berusia 90 hari dan Anda siap memanennya.

Nah, itu dia cara menanam jagung yang dapat Anda coba di lahan perkebunan. Mudah dan praktis, kan?