Cara Menanam Kangkung di Musim Hujan Antigagal

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menanam kangkung di musim hujan dianggap sangat pas. Alasannya adalah dikarenakan apabila tanaman kangkung selesai masa penanaman, tanaman kangkung akan membutuhkan banyak asupan air.
Mengutip dari laman journal.uin-alauddin.ac.id, kangkung tergolong tanaman yang cepat panen. Dengan pemberian nutrisi yang cukup dan perawatan yang teratur tanaman ini sangat cocok untuk dibudidayakan.
Kangkung adalah tanaman yang sudah familier di Indonesia yang dapat tumbuh dengan cepat 4-6 minggu sudah bisa dipanen. Oleh sebab itu, banyak petani yang membudidayakannya. Karena proses penanaman yang mudah dan relatif cepat pertumbuhannya.
Cara Menanam Kangkung di Musim Hujan dengan Mudah
Cara menanam kangkung di musim hujan tergolong mudah untuk dilakukan. Bahkan untuk kategori petani yang masih semula sekalipun. Kangkung menjadi salah satu tanaman yang cocok untuk ditanam di musim penghujan.
Hal tersebut karena kangkung merupakan jenis tanaman yang bisa tumbuh dengan baik di daerah yang lembab dan tergenang air. Berikut adalah cara menanam kangkung di musim hujan dengan benar.
1. Pilih Bibit Kangkung yang Tepat
Beberapa ciri bibit kangkung yang sehat dan unggul yaitu memiliki fisik yang sempurna, tidak ada bopeng, atau gigitan bekas serangga.
Cara memilih bibit kangkung yang unggul bisa dilakukan dengan menekan bibit perlahan sampai kuat kalau hancur berarti bibit sudah jelek.
Selain itu, bisa dengan cara lain seperti memasukkan bibit ke wadah yang berisi air, bibit yang sehat akan tenggelam.
2. Siapkan Lahan atau Bedengan
Tahap selanjutnya setelah pemilihan bibit adalah menyiapkan lahan atau bedengan. Tanah digemburkan dengan cara dicangkul dan diratakan kembali dengan garukan.
Pastikan tingkat keasaman pH tanah sudah sesuai dengan tanaman kangkung, yaitu sekitar 5,5 – 6,5. Setelah tanah digembur, sirami lahan dengan air irigasi.
Dalam menyiapkan lahan, perlu memperhatikan beberapa hal. Di antaranya adalah sebagai berikut:
Lebar bedengan sebaiknya 100-120 cm, tinggi 30cm
Jarak antar bedengan 30cm
Lakukan pengapuran dengan dolomit sebelum penanaman dengan waktu 2-4 minggu sebelum tanam
3. Tahap Pemupukan
Setelah selesai proses pengapuran bedengan, tahap berikutnya yaitu pemberian pupuk. Petani bisa membuat pupuk organik yang sudah difermentasi. Lakukan tahapan-tahapan berikut ini untuk pemberian pupuk:
Berikan bedengan pupuk 4 kg per meter persegi.
Pemberian pupuk kedua setelah 10 hari tanam yaitu pupuk urea. Petani bisa membuat pupuk urea dengan bahan alami dengan cara mudah juga. Takaran yang diberikan 15gr per meter persegi.
Pemberian pupuk ketiga, saat usia tanam 1-2 minggu. Campurkan pupuk urea dan pupuk organik untuk diberikan ke barisan tanaman kangkung dengan dosis 3 liter per hektar.
4. Penanaman Kangkung
Penanaman kangkung bisa dilakukan dengan cara membuat lubang atau membuat garis yang memiliki kedalaman kurang lebih 5 cm, dengan jarak antar garis bedengan kurang lebih 20 cm.
Di bawah ini, penanaman kangkung dengan cara membuat lubang, di antaranya:
Masukkan benih kangkung ke dalam lubang 2-5 biji
Selanjutnya berikan air lubang yang telah diberikan bibit
Lakukan penanaman kangkung pada sore hari agar tanaman bisa mendapatkan udara kering, sehingga benih bisa cepat berkecambah.
5. Masa Pemeliharaan
Sebelum masa panen, petani harus merawat tanaman kangkung. Mulai lakukan tahapan penyulaman atau tahapan dimana kangkung yang mati atau tumbuh kurang baik dicabut dan kemudian diberikan bibit kembali.
Kangkung termasuk tanaman yang mudah ditanam dan tahan terhadap serangan hama. Akan tetapi, kalau apabila lahan yang kurang baik dan iklim buruk bisa saja kangkung terkena hama dan penyakit pada masa pemeliharaan.
Adapun cara untuk mengendalikan hama yang bisa dilakukan antara lain:
Keringkan lahan selama 4 sampai 5 hari
Buat larutan pestisida alami 10 ml liter
Penyemprotan dilakukan selama 9 hari dengan selang per 3 hari
Cara untuk mengendalikan penyakit kangkung antara lain:
Memangkas daun tua
Menyemprotkan dithane m-45 0,2 persen pada bagian kangkung yang terkena karat putih
Menyemprotkan larutan WT Bakterisida dengan dosis 10 ml/ lt air, WT Trico / Glico dengan dosis 10 ml/ lt air dan WT Adjuvant dengan dosis 2 ml/ lt air pada kangkung yang terkena bercak daun.
6. Masa Panen
Dari masa tanam ke masa panen kurang lebih waktunya hanya 3 s.d. 4 minggu. Selain cepat, cara panennya pun mudah, cukup dicabut sampai akar atau dipotong bagian pangkalnya.
Petani dapat membersihkan tanah yang ada pada kangkung, mencucinya, kemudian mengikatnya.
Demikian adalah cara menanam kangkung di musim hujan. Setelah mengetahui langkahnya, sudah tidak ragu lagi, bukan? (BrenNs)
Baca juga: Waktu Berbuah Pohon Apel dan Ciri Buah Siap Panen
