Konten dari Pengguna

Cara Mengatasi Ayam Pincang atau Turun Urat yang Efektif

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ayam pincang atau turun urat. Sumber foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ayam pincang atau turun urat. Sumber foto: Unsplash

Ayam yang mengalami turun urat atau pincang merupakan salah satu masalah yang umum terjadi di peternakan. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, sepeerti cedera atau genetik.

Jika ayam pincang karena cedera, tentunya kondisi ini bisa diatasi dengan beberapa cara. Meski memakan waktu, proses ini tetap perlu dilakukan agar mereka tetap merasa nyaman. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasannya di sini.

Cara Mengatasi Ayam Pincang atau Turun Urat

Ilustrasi ayam pincang. Sumber foto: Unsplash

Ayam merupakan salah satu unggas yang paling banyak diternak di seluruh dunia, untuk diambil telur dan dagingnya. Karena itu, ternak ayam menjadi salah satu bisnis yang menguntungkan.

Saat melakukan ternak ayam, tentunya masalah kesehatan bisa datang kapan saja. Salah satu contohnya adalah pincang atau turun urat yang akhirnya membuat ayam kesulitan untuk jalan dan beraktivitas.

Dikutip dari buku Super Lengkap Beternak Ayam Broiler karya Ir. Roni Fadilah, ayam bisa mengalami pincang karena adanya pembengkakan di bagian otot tungkai dan otot gastrecnemius.

Untuk itu, kondisi ini harus segera ditangani agar tidak menurunkan produktivitas ayam. Berikut caranya.

  • Pertama-tama, siapkan ember yang berisi air hangat. Lalu, campurkan dengan garam, dan pastikan tidak terlalu banyak.

  • Sebelum merendam kaki ayam ke dalamnya, pastikan untuk mengecek kondisi mereka dahulu. Jika ada luka bakar, maka luka perlu dicuci. Setelahnya, baru masukkan kaki ayam ke dalam ember selama beberapa jam.

  • Jika sudah, kaki ayam bisa langsung diperban menggunakan kain kasa. Namun, sebaiknya perbanan tidak sampai menutupi jari kaki mereka agar ayam bisa tetap berjalan.

  • Untuk mencegah infeksi atau timbulnya nanah, ganti perban setiap hari. Namun, sebelum menggantinya dengan perban baru, peternak perlu merendam kaki ayam kembali.

  • Agar tidak terjadi perkelahian yang melukai ayam, taruh ia di kandang terpisah namun tetap teduh. Hal ini juga bisa membantu mereka untuk beristirahat dengan nyaman.

  • Selama proses penyembuhan, penting untuk tidak memaksa ayam bergerak atu bereproduksi. Selain itu, agar penyembuhan lebih cepat terjadi, berikan ia obat peradangan dan nyeri otot.

Itulah beberapa cara untuk mengatasi ayam pincang atau turun urat. Karena proses ini memakan waktu yang cukup lama, peternak perlu menerapkannya dengan sabar dan konsisten agar mendapat hasil optimal. (RN)