Konten dari Pengguna

Cara Mengatasi Penggunaan Pestisida yang Berlebihan dengan Bahan Organik

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Mengatasi Penggunaan Pestisida yang Berlebihan, Pexels/Laura Arias
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Mengatasi Penggunaan Pestisida yang Berlebihan, Pexels/Laura Arias

Penggunaan pestisida yang berbahan dasar kimia, memang memiliki dampak yang kurang baik bagi tanaman, tanah hingga lingkungan. Cara mengatasi penggunaan pestisida yang berlebihan bisa dilakukan saat sebelum masa panen.

Berdasarkan situs resmi Dinas Pertanian & Pangan Kabupaten Demak, dinpertanpangan.demakkab.go.id, metode penanganan kelebihan pestisida pra panen meliputi penggunaan agen pengendali hayati dan sistem pertanian pengendalian hama terpadu.

Metode ini meliputi penggunaan pestisida nonpersisten, pengaturan waktu aplikasi pestisida, dan penggunaan arang aktif.

Cara Mengatasi Penggunaan Pestisida yang Berlebihan

Ilustrasi Cara Mengatasi Penggunaan Pestisida yang Berlebihan, Pexels/Prakash Aryal

Seperti dikatakan sebelumnya, cara mengatasi penggunaan pestisida yang berlebihan bisa ditanggulangi saat setelah pestisida itu digunakan. Caranya dengan menggunakan agen pengendali hayati berupa bahan organik.

Dari website resmi Dinas Pertanian & Pangan Kabupaten Demak, dinpertanpangan.demakkab.go.id, solusi menangani penggunaan pestisida berlebihan dengan menggunakan arang aktif dan juga bahan organik.

Berikut adalah cara penanggulangan penggunaan pestisida berlebihan.

1. Gunakan Arang Aktif

Arang aktif dapat menjadi solusi untuk menurunkan residu pestisida yang telah digunakan. Arang aktif yang dapat digunakan berupa limbah pertanian, di antaranya sekam padi, bonggol jagung, tempurung kelapa, dan tempurung kelapa sawit.

Pengaplikasiannya dapat dilakukan secara langsung ke tanah atau diformulasikan dengan pupuk urea sebagai pelapis (coating). Arang aktif sebagai pelapis urea selain dapat meningkatkan efisiensi nitrogen dari pupuk urea.

Hal ini juga dapat berfungsi sebagai sumber karbon bagi mikroba pendegradasi pestisida.

2. Gunakan Bahan Organik

Selanjutnya, petani atau pencinta tanaman juga bisa menggunakan bahan organik limbah pertanian lainnya, seperti pupuk kandang sapi dan ayam. Kedua jenis pupuk kandang ini telah digunakan sejak lama terutama pada lahan sayuran dan lahan sawah tadah hujan.

Pemberian pupuk kandang dapat menurunkan residu senyawa POPs dan penambahan mikroba. Pada bahan organik dalam pupuk kandang juga dapat meningkatkan persentase penurunan residu senyawa POPs.

Formulasi pupuk kandang ayam dan mikroba dapat menurunkan residu DDT sampai 81,6%. Sedangkan pemberian petroganik (pupuk organik) dan mikroba dapat menurunkan residu heptaklor sampai 91,57%.

Demikian ulasan mengenai cara mengatasi penggunaan pestisida yang berlebihan di lahan pertanian. Petani dan pencinta tanaman bisa mengaplikasikan cara ini agar tanaman dan hasil panen dapat optimal. (BrenF)

Baca juga: 5 Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Organik Rumah Tangga yang Sederhana