Konten dari Pengguna

Cara Mengawinkan Tanaman Terong dengan Pokak

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Mengawinkan Tanaman Terong, Pexels/Oleksandr P
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Mengawinkan Tanaman Terong, Pexels/Oleksandr P

Cara mengawinkan tanaman terong bisa dilakukan dengan cara yang mudah. Terlebih bagi para pemula tentu bisa melakukannya. Secara sederhana, mengawinkan tanaman terong bisa dilakukan dengan menyatukan dua jenis tanaman berbeda yang masih satu suku.

Mengutip dari Jurnal Agrovital, Fitriani, dkk. (2018), terong (Solanum melongena) merupakan jenis sayuran yang banyak disukai masyarakat dan memiliki banyak kandungan gizi dan juga manfaat bagi kesehatan tubuh tentunya.

Melihat potensi tersebut, banyak petani yang ingin memperbanyak entitas tanaman terong yang dimilikinya. Salah satu cara yang bisa dilakukannya adalah dengan menyambungkan tanaman terong dengan tanaman lain yang masih sejenis. Contohnya adalah pokak.

Cara Mengawinkan Tanaman Terong dengan Pokak yang Tepat

Ilustrasi Cara Mengawinkan Tanaman Terong, Pexels/Mark Stebnicki

Cara mengawinkan tanaman terong sangat penting untuk diketahui oleh para petani. Tujuannya adalah untuk memperbanyak jumlah tanaman dan mendapatkan bibit berkualitas dengan waktu yang relatif cepat.

Berikut adalah cara mengawinkan tanaman terong dengan pokak yang tepat:

  1. Siapkan alat dan bahan berupa pisau atau cutter, plastik es, tanaman pokak, dan yang paling penting adalah tanaman terong yang terbaik.

  2. Potong batang bawah (tanaman pokak) sekitar 20 cm hingga 25 cm dari permukaan tanah.

  3. Belah batang bagian bawah sekitar 2 cm sampai 2,5 cm dengan menggunakan pisau atau cutter yang telah disiapkan. Proses pembelahan diarahkan agak ke pinggir supaya lebih mudah.

  4. Tanaman terong yang telah siap disambungkan disayat bagian kanan dan kirinya supaya bisa membentuk lancip seperti baji. Pastikan tanaman terong memiliki panjang sekitar 15 cm dengan minimal memiliki 2 ruas atau mata tunas.

  5. Kemudian sisipkan tanaman terong pada bagian bawah (tanaman pokak). Apabila ukuran tanaman terong lebih kecil dari pokak, maka penempelannya disejajarkan dengan salah satu sisi kulit dari batang pokak.

  6. Setelah itu, ikat sambungan, jika pengikatan menggunakan plastik es maka belah plastik terlebih dahulu. Teknik pengikatan dilakukan dengan cara melilitnya dari bawah ke atas.

  7. Patikan ikatan tidak terlalu rapat dan kencang agar sirkulasi udara masih stabil dan tidak mengakibatkan pembusukan.

  8. Sungkup tanaman terong.

  9. Apabila batang bawah (tanaman pokak) ditanam di polybag maka bisa ditaruh di lokasi yang teduh atau tidak terkena sinar matahari secara langsung selama sekitar 2 minggu.

  10. Namun, jika batang bawah ditanam pada lahan, maka buatlah peneduh agar bibit tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Setelah 2 minggu sungkup dapat dibuka.

  11. Ciri-ciri sambungan yang berhasil adalah tanaman pucuk terong masih hijau dan tumbuh tunas baru.

  12. Lalu, setelah 4 minggu saat kulit antara terong dan pokak sudah menyatu tali ikatan dapat dilepas.

Demikian adalah cara mengawinkan tanaman terong dengan pokak dengan mudah. (BrenNs)

Baca juga: 5 Manfaat Pruning Durian untuk Tingkatkan Produktivitas