Cara Menggunakan Kompas yang Tepat beserta Jenis-jenisnya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 1 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kompas adalah alat penunjuk arah mata angin yang kinerjanya memanfaatkan medan magnet bumi. Alat penunjuk arah ini bermanfaat untuk menunjukkan jalan, saat traveling, atau ketika melakukan pendakian. Adapun cara menggunakan kompas adalah dengan memegangnya dengan posisi datar, lalu menjauhkan dari benda bermagnet.
Singgih dalam Rancang Bangun Alat Penunjuk Arah Kiblat Berbasis GPS menyampaikan bahwa kompas kini masih digunakan untuk membantu menunjukkan arah kiblat.
Untuk mengetahui cara menggunakan kompas dengan tepat, simak selengkapnya di artikel ini.
Jenis-Jenis Kompas
Kompas adalah alat penunjuk mata angin yang kerjanya memanfaatkan medan magnet bumi. Umumnya, kompas ini digunakan ketika sedang menempuh jalan jauh, sehingga arah angin sulit diketahui.
Selain itu, kompas juga kerap digunakan ketika sedang traveling atau pendakian. Adapun beberapa jenis-jenis kompas adalah.
Kompas analog. Kompas ini memiliki cara penggunaan sederhana, cukup diletakkan pada tempat datar, dan jarum akan menunjuk pada arah utara-selatan.
Kompas prima, yaitu kompas yang biasanya digunakan oleh para tim SAR, pendakian gunung, serta TNI.
Kompas orienteering, yaitu kompas yang memiliki fungsi untuk navigasi daratan.
Kompas digital, yaitu kompas yang cenderung praktis dan informatif. Alat kerja utamanya memanfaatkan sensor.
Cara Menggunakan Kompas
Pada dasarnya, cara kerja kompas utamanya dengan gaya tarik-menarik magnet di jarum kompas serta kutub magnet bumi. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah cara menggunakan kompas dengan mudah.
Letakkan kompas dalam posisi atau permukaan datar terlebih dulu.
Tunggu jarum kompasnya sampai tidak bergerak, sehingga dapat menunjuk arah utara serta selatan.
Bidik sasarannya dengan visir serta melalui celah di kaca pembesar.
Setelah itu, miringkan kaca pembesarnya kurang lebih 50 derajat menggunakan kaca dial.
Jika penglihatan visirnya tidak begitu jelas, kamu bisa meluruskan garis di tutup dial menuju visir agar searah sasaran bidik. Dengan begini, sasaran akan lebih mudah dilihat kaca pembesar.
Apabila sasaran bidik 30 derajat, kamu bisa membidiknya ke arah 30 derajat. Agar tidak kehilangan jalur, tetapkan titik sepanjang jalur 30 derajat dan cari benda yang menonjol.
Sebelum berjalan menuju arah bidikan, tentukan sasaran baliknya pula. Jadi, ketika tersesat, kamu bisa kembali ke tempat semula.
Demikian informasi penting mengenai cara menggunakan kompas dan jenis-jenisnya. [ENF]
