Konten dari Pengguna

Cara Menghitung Rasio Pupuk Agar Tidak Salah Takaran

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Menghitung Rasio Pupuk. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Menghitung Rasio Pupuk. Sumber: Unsplash

Cara menghitung rasio pupuk harus dipahami dengan benar agar pertumbuhan tanaman berlangsung baik.

Dikutip dari buku Membuat Pupuk Kompos Cair oleh Sukamto Hadisuwito, pupuk merupakan bahan yang ditambah ke dalam tanah untuk memberi unsur ensensial untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk digolongkan berdasarkan sumber bahan, bentuk, kandungan unsur, dan cara aplikasi.

Selain membeli langsung, pupuk dapat dibuat sendiri menggunakan berbagai bahan. Pembuatannya tidak boleh dilakukan sembarangan, melainkan harus mempertimbangkan rasio berdasarkan hasil penghitungan.

Cara Menghitung Rasio Pupuk

Ilustrasi Cara Menghitung Rasio Pupuk. Sumber: Unsplash

Sebelum mulai menghitung rasio pupuk, penting untuk memahami terlebih dahulu unsur yang terkandung dalam pupuk tersebut. Misalnya pada pupuk urea terdapat kandungan N sebesar 45%, KCL mengandung K 60%, serta SP-36 mengandung P 36%.

Dari berbagai kandungan tersebut dapat dikonversi sesuai kebutuhan pupuk. Terdapat jenis pupuk majemuk yang banyak dijual di pasaran dengan perbandingan NPK 15:15:15.

Hitungan rasio untuk membuat pupuk NPK sendiri adalah sebagai berikut:

  • Menentukan terlebih dahulu kandungan NPK yang akan dibuat, misalnya 20:15:10.

  • Menghitung kebutuhan pupuk yang akan dibuat, misalnya 200 kg pupuk NPK

  • Menghitung jumlah setiap unsur hara yang diperlukan. Unsur N 20% x 200 = 40 kg, unsur P 15% x 200 = 30 kg, unsur K 10% x 200 = 20 kg

  • Mengonfersikan kebutuhan setiap unsur hara dengan pupuk tunggal yang sudah dipersiapkan, misalnya KCl, SP36, atau urea.

  • Kandungan N dalam urea 54% sehingga untuk mendapat N 40 kg dibutuhkan urea (100 : 54) x 40 = 74 kg, untuk mendapat P 30 kg dibutuhkan urea (100 : 36) x 30 = 83,3 kg SP 36, dan untuk mendapat unsur K 20 Kg dibutuhkan KCl (100 : 45) x 20 = 44,4 kg

  • Maka, NPK dengan komposisi 20:15:10 sebanyak 200 kg, yakni urea 74 kg + SP36 83,3 kg + KCl 44,4 kg.

Contoh Perhitungan Rasio Pupuk

Contoh untuk perhitungan rasio pupuk NPK untuk 50 kg Ponska dengan kandungan 15:15:15 adalah sebagai berikut:

  • Urea: ((15:100) X 50 kg) x (100:54) = 13,8 kg

  • KCl: ((15:100) x 50 kg) x (100:45) = 16,66 kg

  • SP36: ((15:100) x 50 kg) x (100:36) = 20,8 kg SP36

Nah itu dia sekilas pembahasan mengenai cara menghitung rasio pupuk beserta contohnya.(LAU)