Cara Menyiram Tanaman Hias agar Tidak Layu dan Mati

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menyiram tanaman hias mungkin terlihat mudah. Akan tetapi, ternyata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyiram tanaman, khususnya bagi para pemula.
Kebanyakan pemula terlalu antusias dengan hal baru sehingga cenderung melakukan beberapa kecerobohan. Salah satunya adalah menyiram tanaman hias dengan air yang sangat banyak.
Untuk menghindari hal tersebut, penting mempelajari cara menyiram tanaman hias agar tidak layu. Mari simak ulasannya di bawah ini.
Cara Menyiram Tanaman Hias Supaya Tak Cepat Layu
Cara menyiram tanaman hias tak bisa dilakukan sembarangan. Hobi menanam tanaman hias sempat menjadi tren beberapa waktu bahkan masih bertahan hingga kini.
Dikutip dari buku Tanaman Hias Indonesia karya Iin Hasim S., pemilihan tanaman sebagai pengisi taman adalah hal yang penting dilakukan.
Tiap tanaman hias pun mempunyai ciri serta karakter yang membedakannya dengan jenis lainnya. Oleh sebab itu, penting melakukan perawatan sesuai karakter tanaman sehingga tak mudah mati. Salah satunya memerhatikan cara penyiramannya.
Berikut adalah cara menyiram tanaman hias yang tepat agar tidak mudah layu.
1. Membuat Jadwal Penyiraman Tanaman
Jadwal penyiraman harus dibuat dan dilakukan secara teratur. Hal ini sangat penting bagi kesehatan serta pertumbuhan tanaman. Pembuatan jadwal dapat dilakukan menggunakan aplikasi yang sekaligus sebagai pengingat maupun peninjauan langsung.
Caranya dengan memasukkan jari ke tanah atau media tanam kurang lebih sedalam 2,5 cm. Rasakan tekstur tanahnya dengan seksama. Bila terasa kering artinya tanaman sudah harus disiram.
2. Memerhatikan Kualitas Air
Perharikan kualitas air yang akan digunakan untuk menyiram tanaman hias. Hindari penggunaan air bekas cucian atau air kotor lainnya.
Sebaiknya gunakan air kran, tampungan air hujan, maupun air sumur yang masih relatif aman. Selain itu, suhu air pun penting diperhatikan. Jangan sampai suhunya terlalu dingin atau panas karena dapat merusak tanaman.
3. Menyiram Bagian Akar
Teknik penyiraman akar pun tak dapat dilakukan dengan mengguyurnya memakai banyak air sekaligus. Cukup siram perlahan seluruh bagian akar dan pastikan air terserap ke tanah dengan sempurna.
Perlu diketahui bahwa akar merupakan bagian tanaman yang lebih memerlukan air daripada daun. Jadi, sebaiknya tidak membasahi daun dan mengurangi penyiraman ke akar tanaman.
4. Takaran Tepat
Masing-masing tanaman memerlukan takaran air yang berbeda. Umumnya tanaman berdaun lebar membutuhkan lebih banyak air dibanding tanaman berdaun sedang atau kecil. Penyiraman dengan takaran tepat dapat mengoptimalkan pertumbuhan tanaman hias.
5. Perhatikan Peralatan
Menyiram tanaman hias sebaiknya menggunakan watering can atau gembor yang dilengkapi corong dan dirancang khusus sebagai alat penyiram tanaman. Pemakaian ember serta gayung tak dianjurkan sebab dikhawatirkan tanaman justru kelebihan air.
Itulah cara menyiram tanaman hias agar tidak cepat mati dan layu. Mengaplikasikan penyiraman yang tepat sangat penting guna membantu pertumbuhan tanaman hias dengan maksimal. (DN)
