Konten dari Pengguna

Cara Merawat Adenium di Musim Hujan dengan Tepat

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Merawat Adenium di Musim Hujan, Pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Merawat Adenium di Musim Hujan, Pexels/Pixabay

Cara merawat adenium di musim hujan adalah hal yang sangat penting diketahui oleh para pembudidaya adenium. Musim hujan memang cukup mengerikan bagi para penggemar tanaman adenium. Hal itu karena akan membuat adenium rentan busuk.

Mengutip dari Jurnal Coding, Ichsani, dkk. (2015), Adenium sp. berasal dari daerah gurun pasir di daratan Afrika, seperti di Senegal sampai Sudan, Kenya, Mozambique, Namibia, dan sekitarnya. Adenium sp. juga mempunyai julukan Desert Rose.

Desert Rose memiliki arti mawar padang pasir. Oleh sebab itu, musim hujan dianggap sangat riskan bagi tanaman adenium, sehingga membuat para pembudidaya tanaman itu menjadi was-was tiap kali musim hujan datang.

Cara Merawat Adenium di Musim Hujan

Ilustrasi Cara Merawat Adenium di Musim Hujan, Pexels/Jeffry Surianto

Terdapat beberapa tips dan trik tentang cara merawat adenium di musim hujan. Bunga adenium ini merupakan jenis bunga yang memiliki bentuk seperti terompet dengan 5 helai mahkota dan 5 kelopak.

Jenis mahkotanya ada yang runcing, bergerigi, atau bulat. Di tengah tabung terompet terdapat benang sari. Secara umum, warna bunga Adenium sp. adalah merah muda. Diameter bunga rata-rata 7-8,5 cm, tetapi ada jenis Adenium sp. yang memiliki diameter 2-4 cm.

Ukuran bunga pada jenis yang sama dipengaruhi oleh kesehatan dan umur tanaman, bukan tinggi tanaman. Tanaman ini tergolong tanaman yang hidup di daerah kering. Oleh karenanya, pada musim hujan, seringkali ditemui berbagai masalah pada adenium.

Salah satunya adalah pembusukan pada akar. Akan tetapi, hal tersebut dapat ditanggulangi dengan perawatan yang tepat. Berikut adalah beberapa cara perawatan adenium di musim hujan:

  1. Pastikan lubang drainase berfungsi dengan baik, jika perlu tambahkan lubang drainase pada pot, agar air cepat mengalir dan tidak membuat media terlalu lama tergenang air.

  2. Semprotkan secara berkala insektisida, fungisida, dan bakterisida secara bergilir dengan dosis minimal kalau tidak ada serangan hama dan penyakit.

    Untuk insektisida, fungisida dan bakterisida cair dosisnya 1 cc per liter air, dan untuk insektisida, fungisida dan bakterisida bubuk = 1 gr per liter air

  3. Ganti media sebelum memasuki musim hujan, ini bertujuan membuat media lebih gembur dan porous, terutama untuk media yang telah lama.

  4. Taburkan furadan pada media tanam, biasanya banyak cacing saat musim hujan.

  5. Hindari melakukan pruning atau pembentukan adenium selama musim hujan. Karena luka pada adenium akan beresiko terjadinya pembusukan pada tanaman adenium.

  6. Lakukan pemupukan seperti biasa dan sebaiknya menggunakan pupuk slow release.

  7. Bersihkan gulma yang tumbuh pada media adenium.

  8. Kontrol selalu tanaman adeniumnya sehingga jika terjadi masalah dapat segera ditanggulangi.

  9. Jika tanaman adenium yang dimiliki tidak terlalu banyak bisa juga dipindahkan ke lokasi yang tidak terkena hujan langsung tapi tetap kena cahaya matahari seperti di teras rumah.

Demikian itu adalah beberapa tips dan trik cara merawat adenium di musim hujan. Jadi, tak perlu takut lagi saat musim hujan. Semoga bermanfaat. (BrenNs)

Baca juga: Cara Menanam Pohon Markisa di Tanah dengan Praktis