Cara Merawat Bayi Hamster Tanpa Induk dan Tetap Sehat

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara merawat bayi hamster tanpa induk merupakan informasi penting bagi pemelihara hewan pengerat mini yang satu ini. Informasi tersebut menjadi penting untuk mengatasi kondisi genting, seperti induk hamster mati atau hilang (kabur).
Langkah pertama yang perlu pemelihara hamster lakukan adalah menjaga suhu ruang tetap hangat agar bayi hamster tidak mati kedinginan. Setelah itu, pemelihara hamster juga perlu mencari susu hewan yang relatif cocok untuk bayi hamster.
Cara Merawat Bayi Hamster Tanpa Induk
Cara merawat bayi hamster tanpa induk merupakan upaya yang relatif sulit. Tindakan tersebut termasuk sulit karena bayi hamster cenderung sensitif terhadap suhu, lingkungan, serta asupan gizi.
Jika salah satu dari tiga faktor tersebut tidak sesuai, bayi hamster dapat sakit bahkan mati. Walaupun demikian, pemelihara hamster dapat melakukan upaya terbaik untuk menjaga bayi hamster tetap hidup dan sehat.
Berikut beberapa upaya yang dapat pemelihara bayi hamster lakukan untuk mengusahakan hewan kesayangan dapat hidup serta sehat.
1. Jaga Suhu Ruang Tetap Hangat
Bayi hamster umumnya belum memiliki bulu sehingga tubuhnya begitu sensitif terhadap suhu dingin. Oleh karena itu, pemelihara perlu menjaga suhu ruang atau kandang hamster tetap hangat.
Mengutip dari buku Hewan Kesayangan Mini & Eksotis, Kanda dan Pratiwi (2013: 24), suhu yang baik untuk hamster sekitar 20° – 26°C. Pemilik dapat memberi bantal pemanas di bawah kandang hamster dan meletakkan termometer di sekitar kandang.
2. Beri Alas yang Lembut
Selain menjaga suhu ruang, pemilik bayi hamster juga perlu memberinya alas yang lembut. Alas tersebut merupakan sarang untuk bayi hamster.
Contoh alas yang lembut adalah tisu wajah atau tisu toilet. Pemelihara juga perlu mengecek kebersihan dari alas untuk sarang bayi hamster agar hewan kesayangan tidak terjangkit penyakit dari kuman berbahaya.
3. Beri Susu Pengganti
Hamster merupakan hewan mamalia sehingga bayi hamster membutuhkan susu dari induk. Namun, kondisi induk yang hilang atau mati membuat bayi hamster tidak dapat memperoleh susu.
Guna mengatasi hal itu, pemelihara dapat memberi susu hewan lain untuk mencukupi kebutuhan bayi hamster. Pemberian susu pada bayi hamster tidak boleh sembarangan, pemelihara harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter hewan.
4. Selalu Berkonsultasi dengan Dokter Hewan
Cara keempat adalah selalu berkonsultasi dengan dokter hewan. Langkah ini penting untuk mendapat penjelasan yang valid dari ahlinya sehingga penanganan dan perawatan terhadap bayi hamster pun menjadi lebih tepat.
Intinya adalah cara merawat bayi hamster tanpa induk harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Pemilik perlu melakukan konsultasi rutin dengan dokter hewan guna mendapatkan penjelasan, penanganan, dan perawatan bayi hamster yang tepat. (AA)
