Konten dari Pengguna

Cara Merawat Pohon Kakao yang Sudah Tua agar Tidak Cepat Mati

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Merawat Pohon Kakao yang Sudah Tua,Foto:Unplas/David Clode
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Merawat Pohon Kakao yang Sudah Tua,Foto:Unplas/David Clode

Cara merawat pohon kakao yang sudah tua merupakan langkah penting untuk mempertahankan produktivitas tanaman dan kualitas biji kakao yang dihasilkan.

Seiring bertambahnya usia, pohon kakao cenderung mengalami penurunan daya tumbuh, produksi buah, serta rentan terhadap serangan hama dan penyakit.

Cara Merawat Pohon Kakao yang Sudah Tua

Ilustrasi Cara Merawat Pohon Kakao yang Sudah Tua,Foto:Unplas/komal G

Cara merawat pohon kakao yang sudah tua memerlukan perhatian khusus agar tanaman tetap sehat, produktif, dan berumur panjang.

Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, pohon kakao dapat terus menghasilkan buah berkualitas tinggi meskipun telah berumur tua.

1. Pemangkasan Rutin dan Teratur

Pemangkasan adalah kunci utama dalam merawat pohon kakao yang sudah tua, dengan cara membuang cabang-cabang yang mati, terserang penyakit, atau tidak produktif.

Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk tajuk tanaman yang seimbang dan kuat, mengurangi kelembapan agar tanaman lebih terlindungi dari hama dan penyakit, mempermudah proses panen dan pemeliharaan, serta mendorong peningkatan hasil produksi.

2. Pemupukan yang Tepat

Dikutip dari buku Kakao: Sejarah, Botani, Proses Produksi, Pengolahan dan Perdagangan, oleh Niken, dkk (2015), upaya untuk menjaga keberlangsungan kakao dilakukan dengan cara meningkatkan efektivitas pemupukan terhadap tanaman kakao.

Pohon kakao yang sudah tua membutuhkan tambahan nutrisi agar tetap kuat. Gunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang, serta pupuk anorganik yang mengandung nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K).

Pemberian pupuk dilakukan secara berkala, minimal dua kali dalam setahun, yaitu saat awal musim hujan dan setelah panen.

3. Peremajaan Cabang atau Grafting

Untuk meningkatkan produktivitas pohon tua, teknik peremajaan seperti top working atau penyambungan (grafting) bisa diterapkan.

Metode ini dilakukan dengan menyambung cabang dari pohon muda yang produktif ke batang utama pohon tua. Dengan cara ini, pohon tua dapat "dihidupkan kembali" dengan sifat unggul dari tanaman baru.

4. Pengendalian Hama dan Penyakit

Pohon kakao tua lebih rentan terhadap serangan hama seperti penggerek buah, kutu putih, dan penyakit seperti busuk batang atau jamur.

Lakukan pengamatan rutin dan gunakan pestisida nabati atau pestisida kimia secara bijak. Menjaga kebersihan sekitar tanaman juga dapat mencegah penyebaran hama dan penyakit.

5. Penyiraman dan Pengelolaan Air

Meskipun pohon kakao bisa tumbuh di daerah lembap, tanaman tua memerlukan perhatian lebih terhadap ketersediaan air.

Sistem drainase yang baik juga penting agar akar tidak tergenang air, yang bisa menyebabkan pembusukan.

6. Menjaga Keseimbangan Tajuk dan Akar

Pohon yang terlalu rimbun bisa menyebabkan beban berlebih pada akar. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan antara tajuk (bagian atas tanaman) dan sistem akar sangat penting.

Tajuk yang terlalu besar bisa dipangkas agar sesuai dengan kapasitas akar menyerap nutrisi dan air.

Itulah cara merawat pohon kakao yang sudah tua. Bukan hanya bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan hidup tanaman, tetapi juga untuk memastikan produktivitasnya tetap optimal. (shr)

Baca juga: Tata Cara Menanam Rambutan dengan Bijinya