Konten dari Pengguna

Cara Pemijahan Belut Tanpa Lumpur yang Benar

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara pemijahan belut tanpa lumpur, sumber foto: unsplash.com/Wouter Naert
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara pemijahan belut tanpa lumpur, sumber foto: unsplash.com/Wouter Naert

Belut adalah hewan yang biasa hidup di tanah berlumpur dan memiliki lendir di bagian kulitnya sehingga akan licin ketika dipegang. Rasanya yang lezat jika dimasak membuatnya banyak dibudidayakan. Informasi mengenai cara pemijahan belut tanpa lumpur bisa dijadikan panduan.

Pemijahan tanpa lumpur memberikan banyak manfaat bagi petani. Salah satunya menghemat biaya produksi dan meningkatkan hasil panen.

Cara Pemijahan Belut Tanpa Lumpur untuk Panduan

Ilustrasi cara pemijahan belut tanpa lumpur, sumber foto: unsplash.com/David Clode

Dikutip dari buku Budidaya Belut di Berbagai Wadah karya M. Fajar Junariyata dan Trias Qurnia Dewi, (2016) pemijahan merupakan salah satu tahapan penting dalam budidaya belut di berbagai wadah.

Berikut ini cara pemijahan belut tanpa lumpur untuk panduan peternak agar menghasilkan panen yang maksimal.

  1. Siapkan kolam pemijahan berukuran 2 x 2 x 1 meter dengan lantai dan dinding yang rata dan halus. Kolam ini harus terlindung dari sinar matahari langsung dan hujan.

  2. Isi kolam dengan air bersih yang memiliki pH sekitar 7 (tidak asam maupun basa). Kedalaman air sekitar 50 cm. Buat lubang di bagian bawah kolam sebagai sirkulasi air.

  3. Siapkan induk belut yang sehat dan matang gonad. Induk belut bisa didapatkan dari bibit tangkapan atau hasil budidaya sendiri. Pilih induk belut yang berukuran besar, panjang, dan gemuk. Perbandingan induk jantan dan betina adalah 1:2.

  4. Masukkan induk belut ke dalam kolam pemijahan dengan hati-hati. Jangan lupa untuk memberi makan induk belut dengan pakan yang bergizi, seperti cacing tanah, ikan rucah, atau pelet.

  5. Taruh pelepah pisang atau kumpulan tali plastik di permukaan air sebagai tempat bersembunyi dan bersarang induk belut. Pelepah pisang atau tali plastik harus bersih dan tidak berbau.

  6. Pantau kondisi kolam dan induk belut setiap hari. Jaga suhu air tetap stabil antara 25-30 derajat Celcius. Ganti air secara berkala jika kotor atau berbau.

  7. Tunggu sampai induk belut melakukan pemijahan secara alami. Pemijahan biasanya terjadi pada malam hari. Tanda-tanda pemijahan adalah adanya gelembung-gelembung kecil di permukaan air dan gerakan-gerakan liar induk belut.

  8. Setelah pemijahan selesai, pisahkan induk belut dari kolam pemijahan dengan hati-hati. Induk belut bisa dipindahkan ke kolam pembesaran atau dijual kembali.

  9. Biarkan telur-telur belut menetas di dalam kolam pemijahan selama beberapa hari. Telur-telur belut berwarna putih kekuningan dan berbentuk bulat kecil. Setelah menetas, anakan-anak belut akan berenang ke permukaan air untuk mencari oksigen.

  10. Pindahkan anakan-anak belut ke kolam pembesaran dengan hati-hati menggunakan saringan halus atau wadah berlubang kecil. Kolam pembesaran bisa berupa bak plastik, drum, atau terpal.

Baca juga: Tips Budidaya Udang Air Tawar yang Mudah dan Menguntungkan

Itulah pembahasan mengenai cara pemijahan belut tanpa lumpur yang benar. Dengan pemijahan yang benar akan menghasilkan bibit atau anakan yang berkualitas sehinga panen lebih maksimal. (WWN)