Konten dari Pengguna

Cara Repotting Tanaman yang Tepat dan Efektif

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi repotting tanaman. Sumber foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi repotting tanaman. Sumber foto: Unsplash

Cara repotting tanaman yang tepat dan efektif merupakan keterampilan sulit, tetapi menyenangkan. Proses ini tidak hanya melibatkan ketelitian, tetapi juga kesabaran dan konsisten.

Dengan melakukan repotting tanaman secara efektif, proses pemindahan tumbuhan dari pot kecil ke pot besar pun bisa maksimal.

Cara Repotting Tanaman yang Tepat

Ilustrasi tanaman. Sumber foto: Unsplash

Dikutip dari buku Agar Tanaman Hias Tampil Cantik oleh Redaksi Agromedia, repotting merupakan proses penggantian media tanam dan pot. Tujuannya untuk memberikan ruang yang lebih besar dan bersih pada tanaman, sehingga pertumbuhan bisa maksimal.

Aktivitas ini tidak hanya membutuhkan kesabaran, tetapi juga ketelitian, supaya akar tanaman tetap terjaga dan tidak rusak. Karena itu, proses ini cukup sulit tetapi juga sangat menyenangkan.

Agar kegiatan repotting tidak terlalu merepotkan, ada sejumlah langkah efektif yang bisa diikuti oleh pemula. Berikut penjelasannya:

1. Siapkan Pot Baru

Sebelum memulai proses repotting, pastikan untuk menyiapkan pot baru terlebih dahulu. Idealnya, ukuran pot harus 5 cm lebih besar dibandingkan pot sebelumnya. Dengan ini, tanaman bisa fokus menumbuhkan akar dibandingkan daun.

2. Keluarkan Tanaman Secara Perlahan

Mengeluarkan tanaman dari pot lama tidak boleh dilakukan secara asal dan kasar. Agar lebih mudah, ketuk-ketuk sekeliling pot dengan pelan, sehingga media tanam yang menempel bisa terlepas.

Jika media tanam sudah tidak terlalu menempel, segera cabut tanaman secara perlahan. Dengan ini, akar atau daun tetap aman dan tidak rusak.

3. Perhatikan Bagian Akar

Ketika tanaman sudah keluar dari pot, segera bersihkan tanah-tanah yang masih menempel di bagian akar atau batang menggunakan tangan. Jika ada akar yang membusuk, berwarna hitam, atau terlalu panjang, maka segera potong bagian yang terinfeksi.

Pastikan pisau atau gunting yang digunakan sudah steril dan dibersihkan menggunakan alkohol.

4. Masukkan Media Tanam Baru

Saat melakukan repotting, media tanam yang lama harus dibuang dan tidak boleh digunakan kembali. Sebab, nutrisi yang ada di dalamnya sudah pasti hilang. Sebaiknya, gunakan media tanam baru, agar asupan nutrisi tetap terjamin.

5. Proses Pemindahan

Setelah semua siap, segera lakukan proses pemindahan tanaman dari pot lama ke pot baru. Aktivitas ini harus dilakukan secara perlahan dan teliti, agar tidak ada rongga udara di dalam pot.

Dengan mengikuti beberapa langkah di atas, repotting tanaman bisa berjalan secara efektif dan tepat. (RN)