Cara Semai Melon Hidroponik yang Mudah Dipraktikkan Pemula

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sistem tanam hidroponik belakangan ini banyak digunakan oleh petani modern, termasuk petani melon. Sayangnya, cara semai melon hidroponik yang mudah dan tepat masih jarang diketahui terutama bagi para pemula.
Dikutip dari buku Budi Daya Melon, Redaksi AgroMedia, (2007:40), dijelaskan bahwa hidroponik merupakan sistem bercocok tanam tanpa tanah.
Sistem penanaman hidroponik memanfaatkan air yang mengandung mineral dan media tanam. Jenis media tanam yang digunakanpun beragam, mulai dari seperti rockwool, perlite, bermiculite, kerikil, hydroton, arang sekam, cocopeat, kapas, dan sabut kelapa.
Cara Semai Melon Hidroponik
Hasil panen melon hidroponik yang bagus bisa dicapai jika petani menerapkan cara semai melon hidroponik dengan tepat. Penasaran dengan lengkah-langkahnya? Simak penjelasan lengkapnya pada poin-poin berikut:
Rendam benih melon dalam air hangat selama 2–8 jam. Benih yang bagus akan tenggelam ke dasar wadah, sementara benih kopong atau berkualitas buruk akan mengambang. Setelah mendapatkan benih yang bagus, jemur benih di bawah sinar matahari selama 3–5 jam.
Langkah selanjutnya adalah dengan menyebarkan benih melon ke media tanam. Biarkan hingga benih melon tumbuh daun.
Jika sudah tumbuh daun sekitar 4-5 helai, pindahkan ke media tanam hidroponik.
Larutkan nutrisi ke media tanam hidroponik yang telah disediakan. Pastikan nutrisi yang dilarutkan mengandung unsur hara makro dan mikro.
Apabila tanaman sudah menginjak remaja, pindahkan ke media hidroponik dutch bucket. Siapkan tiang atau lanjaran untuk media perambatan, kemudian ikat tanaman melon ke media perambatan tersebut.
Lakukan pruning atau pemotongan beberapa bagian tunas, pertahankan sebagian tunas, bisa tunas ke-7 atau ke-9 yang muncul di antara daun kesebelas hingga daun keempat belas.
Bagi yang tidak menggunakan sistem green house, tidak perlu melakukan proses perkawinan karena prosesnya akan dilakukan oleh lebah.
Pangkas tunas secara berkala untuk memaksimalkan proses pertumbuhan buah.
Saat buah melon sudah tumbuh sebesar telur, pangkas daun yang tumbuh pada tunas, sisakan 2 helai saja. Panen melon setelah berumur 50 hari hingga 2 bulan setelah masa tanam.
Sebagai tambahan informasi, jarak tanam yang optimal untuk pertumbuhan melon adalah 40x20 cm. Pastikan tidak menanamnya terlalu dekat atau kejauhan.
Demikianlah ulasan mengenai cara semai melon hidroponik yang mudah dipraktikkan oleh para pemula. Usahakan untuk selalu menggunakan bibit unggul.
Baca juga: 5 Hama Tanaman Melon yang Perlu Diketahui oleh Petani
