Konten dari Pengguna

Cara Semai Padi dengan Plastik yang Hemat dan Praktis

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Semai Padi dengan Plastik yang Hemat dan Praktis, Unsplash/Md Rumon Munshi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Semai Padi dengan Plastik yang Hemat dan Praktis, Unsplash/Md Rumon Munshi

Cara semai padi dengan plastik merupakan metode yang semakin populer di kalangan petani untuk meningkatkan efisiensi dan hasil pertanian.

Teknik ini melibatkan penggunaan plastik sebagai alas untuk menumbuhkan bibit padi sebelum dipindahkan ke lahan utama.

Dengan cara ini, petani dapat mengontrol kelembaban dan suhu secara lebih efektif, sehingga bibit padi tumbuh dengan optimal. Selain itu, penggunaan plastik membantu mengurangi risiko hama dan penyakit yang dapat menyerang bibit.

Cara Semai Padi dengan Plastik

Ilustrasi Cara Semai Padi dengan Plastik yang Hemat dan Praktis, Unsplash/Md Rumon Munshi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Semai Padi dengan Plastik yang Hemat dan Praktis, Unsplash/Md Rumon Munshi

Penyemaian padi dengan plastik adalah metode yang memanfaatkan plastik mulsa sebagai alas untuk proses semai, dengan beberapa keuntungan seperti efisiensi tenaga dan pemeliharaan akar bibit.

Mengutip dari laman pustaka.setjen.pertanian.go.id, berikut adalah cara semai padi dengan plastik yang hemat dan praktis.

1. Persiapan Bahan

Kumpulkan bahan-bahan yang diperlukan, seperti benih padi, pupuk kandang, tanah, plastik, dan terpal.

2. Seleksi Benih

Proses seleksi benih dilakukan dengan cara berikut: isi ember dengan 2-3 liter air (jumlah disesuaikan dengan jumlah benih), tambahkan garam ke dalam ember, dan ukur kadar garam yang tepat menggunakan telur sebagai indikator.

Setelah itu, masukkan benih ke dalam larutan garam sambil diaduk. Benih padi yang berkualitas baik akan tenggelam, sedangkan benih yang mengapung harus dibuang. Benih yang tenggelam perlu ditiriskan dan dibilas dengan air mengalir.

3. Perlakuan Benih

Benih padi direndam dalam air selama satu hari satu malam, kemudian diperam selama 2 x 24 jam, hingga muncul akar-akar berwarna putih (tanda berkecambah). Setelah itu, benih siap untuk disebar.

4. Persiapan Tanah

Gunakan tanah ladu sebagai media untuk penyemaian. Ayak tanah untuk memisahkan kerikil, lalu campurkan dengan pupuk organik yang sudah matang. Perbandingan campuran tanah adalah 2 hingga 4 bagian tanah dan 1 bagian pupuk kompos.

5. Persiapan Media Penyemaian

Jika penyemaian dilakukan secara kering, gunakan plastik utuh sebagai alas. Sebarkan campuran media semai secara merata dengan ketebalan 1-1,5 cm, lalu siram hingga basah.

Tanam padi menggunakan mesin transplanter untuk sistem penyemaian kering dengan membuat bedengan yang ukurannya disesuaikan dengan dapog. Gunakan baja ringan, paralon berdiameter 0,5 inci, atau bambu/kayu sebagai pembatas bedengan.

6. Penyebaran Benih

Sebarkan benih yang sudah diperam selama 2 x 24 jam di atas media semai yang telah dibasahi dengan ketebalan 1-1,5 cm. Tutup dengan terpal selama kurang lebih 3 hari.

7. Pemeliharaan Benih Padi

Setelah 3 hari, buka terpal dan lakukan penyiraman sekali sehari pada sore hari. Lindungi area sekitar dengan jaring ayam atau ikan agar tidak dimakan ayam.

8. Benih Siap Tanam

Benih siap tanam ketika sudah berumur minimal yang ditentukan, diambil dengan cara digulung, dipotong, dan langsung dibawa ke sawah. Penanaman bisa dilakukan menggunakan mesin rice transplanter atau secara manual.

Itulah penjelasan menganai cara semai padi dengan plastik yang hemat dan praktis.

Baca Juga: Cara Semai Padi di Nampan Sebagai Panduan Praktis