Konten dari Pengguna

Cara Sterilisasi Kolam Terpal Baru yang Aman

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sterilisasi kolam. Sumber foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sterilisasi kolam. Sumber foto: Pixabay

Cara sterilisasi kolam terpal baru tentu tidak boleh dilakukan secara asal. Sebab, proses ini bertujuan untuk memastikan air telah bersih dan terbebas dari zat-zat kimia berbahaya yang mungkin menempel.

Supaya proses sterilisasi berjalan dengan maksimal, ada beberapa langkah yang perlu diikuti oleh pemula. Dengan begitu, kesehatan ikan peliharaan mungkin bisa terjaga. Lebih jelasnya, simak di sini.

Cara Sterilisasi Kolam Terpal

Ilustrasi sterilisasi kolam terpal. Sumber foto: Pixabay

Dikutip dari buku Mikrobiologi Medis II oleh Gerald Dunders et.al, sterilisasi merupakan metode menghilangkan dan membunuh semua bentuk kehidupan mikroorganisme, seperti jamur, bakteri, dan virus.

Sterilisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, yakni menggunakan panas, bahan kimia, iradiasi, tekanan tinggi, hingga filtrasi. Sejumlah metode ini bisa dipilih sesuai dengan volume dan kapasitas.

Sama seperti yang lain, kolam terpal juga membutuhkan sterilisasi untuk menjaga kesehatan ikan. Pada kolam, sterilisasi bisa dilakukan dengan beberapa cara. Berikut di antaranya.

1. Pembersihan Awal

Pada tahap awal, peternak perlu melakukan pembersihan dinding dan dasar kolam terlebih dahulu. Upaya ini dilakukan untuk melepas organisme yang menempel di sekitar kolam.

Setelah selesai, bersihkan peralatan yang sebelumnya digunakan agar terbebas dari virus dan bakteri berbahaya. Sebaiknya, lakukan pembersihan pada siang hari, ketika kolam sedang kering.

2. Siapkan Bahan Aman

Sterilisasi kolam yang aman harus dilakukan dengan menggunakan desinfektan bahan natrium hipoklorit, KMnO4, dan TCCA. Namun, agar lebih maksimal, sesuaikan dengan sumber air dan luas kolam.

3. Proses Sterilisasi

Setelah semua siap, proses sterilisasi sudah bisa langsung dilakukan. Hal ini bisa dilakukan dengan:

  • Saring air kolam budidaya selama 24 jam. Tujuannya untuk menghilangkan kotoran dan bakteri di dalamnya.

  • Masukkan natrium hipoklorit 60% sebanyak 20-30 ppm, 10% TCCA, dan 0,5-2,5 ppm KMnO4 pada kolam.

  • Setelah dirasa sistem aerasi sudah maksimal, ulang proses ini sebanyak 2-7 kali dalam 24 jam.

Itulah cara sterilisasi kolam terpal yang aman dan bisa diikuti oleh pemula. Untuk mendapat hasil optimal, proses ini memerlukan ketelitian dan konsisten. (RN)