Konten dari Pengguna

Cara Ternak Lele di Empang dengan Tepat

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara ternak lele di empang. Foto: Pexels.com/Mark Stebnicki
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara ternak lele di empang. Foto: Pexels.com/Mark Stebnicki

Cara ternak lele di empang menjadi salah satu metode budidaya ikan yang praktis dan efisien.

Pengelolaan empang yang tepat dapat membantu peternak menghasilkan lele berkualitas dengan jumlah panen yang optimal. Ada beberapa tahapan penting dalam budidaya ini yang perlu diperhatikan dengan baik.

Cara Ternak Lele di Empang

Ilustrasi Cara ternak lele di empang. Foto: Pexels.com/juliane Monari

Berikut adalah cara ternak lele di empang yang relevan untuk calon peternak, dikutip dari bangkaselatankab.go.id.

Tahap awal dimulai dengan mempersiapkan empang sebagai tempat budidaya.

Empang bisa berbentuk kolam tanah, terpal, semen, atau jaring apung. Untuk kolam terpal, langkah awal meliputi pembersihan terpal menggunakan sabun agar bebas dari kotoran dan bahan kimia.

Setelah itu, terpal direntangkan dengan bantuan kayu atau kerangka yang kokoh.

Kolam kemudian diisi air setinggi 20–30 cm dan dibiarkan selama 7–10 hari untuk mendorong pembentukan ekosistem alami seperti lumut yang akan menjadi sumber pakan awal bagi lele.

Pemilihan bibit menjadi tahap penting selanjutnya dalam cara ternak lele di empang.

Bibit lele yang sehat biasanya memiliki warna cerah, gerakan yang aktif, dan tubuh yang tidak cacat. Bibit yang berkualitas akan mendukung pertumbuhan lele secara optimal dan meminimalkan risiko penyakit.

Sebelum ditebar, pastikan untuk menyamakan suhu air empang dengan air tempat bibit berasal agar lele tidak mengalami stres.

Penebaran benih perlu dilakukan dengan hati-hati. Ukuran benih yang berbeda sebaiknya dipisahkan agar lele yang lebih besar tidak memakan yang lebih kecil.

Dalam budidaya lele, kanibalisme sering terjadi jika ukuran ikan terlalu beragam dalam satu kolam.

Pemberian pakan menjadi aspek utama dalam cara ternak lele di empang. Pakan utama berupa pelet berkualitas tinggi yang mengandung protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Pakan tambahan seperti cacing, plankton, keong sawah, atau sisa sayur hijau juga dapat diberikan untuk memperkaya nutrisi.

Jadwal pemberian pakan biasanya tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan sore, dengan jumlah yang disesuaikan kebutuhan ikan.

Pemantauan kualitas air harus dilakukan secara rutin. Air yang keruh akibat sisa pakan atau kotoran lele perlu diganti sebagian untuk mencegah pembentukan zat beracun seperti amonia.

Pergantian air dilakukan secara bertahap agar ekosistem kolam tetap stabil.

Tahap terakhir dalam cara ternak lele di empang adalah panen. Lele biasanya dipanen setelah berumur dua hingga tiga bulan atau saat ukurannya mencapai standar konsumsi.

Pada umumnya, satu kilogram lele terdiri dari 7–8 ekor ikan. Panen dilakukan dengan hati-hati menggunakan jaring untuk menghindari cedera pada ikan.

Budidaya lele di empang memberikan peluang yang menjanjikan bagi peternak, asalkan setiap tahap dilakukan dengan cermat.

Secara keseluruhan, cara ternak lele di empang membutuhkan perencanaan matang dan perawatan intensif untuk menghasilkan hasil yang optimal. Pemilihan bibit berkualitas dan pengelolaan empang yang baik menjadi kunci sukses dalam usaha ini. (Shofia)

Baca Juga : Kelebihan Budidaya Ayam Buras Lokal untuk Usaha Peternakan