Cara Ternak Ulat Hongkong yang Mudah untuk Pemula

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ulat hongkong dikenal sebagai salah satu hewan kecil yang dipercaya dapat memberikan manfaat yang melimpah. Bagi Anda yang tertarik untuk mencoba beternak ulat hongkong, simak cara ternak ulat hongkong dalam penjelasan berikut ini.
Cara Ternak Ulat Hongkok yang Mudah untuk Diikuti
Ulat Hongkong adalah larva dari kumbang hitam yang banyak ditemukan di kayu atau daun yang membusuk. Ulat ini banyak dimanfaatkan sebagai pakan burung. Tak hanya itu, ulat hongkong juga mengandung segudang khasiat.
Hal tersebut juga dijelaskan secara lengkap dalam buku berjudul Untung Berlimpah dari Budi Daya Ulat Hongkong yang ditulis oleh Dani Setyanto (2019: 44).
Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa ulat hongkong dikenal karena khasiatnya yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Hal ini membuat ulat hongkong banyak digemari untuk diternakkan.
Contoh khasiat ulat hongkong adalah dapat dimanfaatkan sebagai makanan suplemen, sebagai pakan burung peliharaan, serta sebagai pengembangbiakan NPS atau nematoda patogen serangga yang bermanfaat untuk mengatasi hama pada tanaman. Selain dipercaya memiliki khasiat yang melimpah, ulat hongkong juga banyak diminati karena relatif mudah untuk diternakkan.
Dalam buku berjudul Budi Daya Ulat Hongkong yang disusun oleh Ade Yusdira, Afian Haviar, Tim Krotobond (2016: 8) disebutkan bahwa budi daya ulat hongkong memiliki peminat yang banyak sebab tidak ada musim tertentu yang membuat produktivitas ulat menjadi turun.
Selama seluruh faktor dan teknis budidaya berjalan dengan baik, maka hasil ternak ulat hongkong juga akan memberikan hasil yang maksimal. Bagi Anda yang tertarik untuk mencoba beternak ulat hongkong, berikut ini adalah cara ternak ulat hongkong yang dapat Anda jadikan sebagai panduan mudah:
Siapkan kandang terlebih dahulu dengan menggunakan wadah berbahan triplek atau kayu dengan ukuran yang sesuai dengan keinginan, idealnya kandang ulat hongkong berukuran 60 x 40 x 7 cm.
Setelah kandang siap, pilih bibit ulat hongkong yang terbaik. Anda dapat membelinya dalam bentuk ulat ataupun kumbang.
Kemudian letakkan bibit ulat hongkong yang sudah diperoleh dalam kandang yang sudah disiapkan. Pastikan jumlah ulat dalam kandang tidak terlalu banyak agar ulat dapat hidup dengan baik.
Ketika ulat berubah menjadi kepompong, pisahkan ulat-ulat dengan kepompong yang baru jadi di tempat yang berbeda. Pemisahan ini dilakukan untuk mencegah kepompong dimakan oleh ulat.
Pastikan kepompong yang dipisahkan sudah berwarna putih kecoklatan. Lakukan pemisahan dengan hati-hati untuk mencegah kepompong rusak.
Jika kepompong sudah menetas menjadi ulat, pisahkan lagi kumbang dengan kepompong dan ulat di kandang yang berbeda. Pastikan kandang telah dilapisi dengan kapas sebagai tempat kumbang kawin dan bertelur.
Ketika kumbang sudah dewasa dengan ditandai perubahan warna sayap menjadi hitam mengkilap, letakkan kumbang di kandang baru yang sudah dilapisi kapas.
Pada kandang yang ditempati kumbang terdapat telur kumbang yang akan menetas dan menjadi ulat hongkong. Tunggu hingga 10 hari untuk melihat telur tersebut menetas menjadi larva kecil yang disebut sebagai ulat hongkong.
Mudah bukan cara ternak ulat hongkong tersebut? Ulat hongkong biasanya mulai bisa dipanen dan dijual setelah umur 50 hari. Jangan lupa berikan pakan sehat seperti bekatul atau sayuran hijau agar ulat hongkong dapat tumbuh dengan baik. (DAP)
