Konten dari Pengguna

Efek Steril Kucing Betina, Ternyata Ada Untung dan Rugi

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi efek steril kucing betina. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi efek steril kucing betina. Foto: Pexels

Steril pada kucing memang masih menimbulkan pro dan kontra karena dianggap kejam. Ditambah lagi ada efek steril kucing betina, baik positif maupun negatif.

Pemilik yang mungkin masih bimbang, antara harus melakukan tindakan steril atau tidak pada kucing, bisa membaca artikel ini untuk mendapat informasi mengenai efek steril kucing betina.

Efek Steril Kucing Betina

Ilustrasi efek steril kucing betina. Foto: Pexels

Sterilisasi adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan usaha untuk menghilangkan kemampuan berkembang biak dengan menghambat fungsi reproduksi.

Sterilisasi pada kucing betina disebut OH atau ovariohysterektomi dengan cara mengambil ovarium (indung telur) dan uterus (rahim) berdasarkan Majalah Cat and Dog Edisi 13.

Sterilisasi pada kucing melibatkan prosedur bedah yang dilakukan oleh dokter hewan, secara steril, menggunakan obat bius yang aman dan sesuai dosis.

Biaya untuk melakukan sterilisasi pada kucing betina berkisar antara Rp500.000 - 2.000.000. Namun, ada juga program steril bersubsidi yang bisa diikuti oleh pemilik, yang tentu dapat meringankan biaya steril.

Tujuan sterilisasi sendiri adalah untuk mengurangi populasi kucing liar yang akhirnya akan terbuang di jalanan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Beberapa efek positif dari sterilisasi kucing betina, antara lain:

  1. Mencegah angka kelahiran kucing yang tidak diinginkan oleh pemilik.

  2. Mencegah stres akibat kebuntingan.

  3. Mengurangi resiko terjadinya kanker ovarium dan uterus, juga resiko terjadinya pyometra.

  4. Menjadi proses terapi terhadap berbagai penyakit reproduksi.

  5. Kucing bisa menjadi lebih jinak karena berkurangnya produksi hormon estrogen pada kucing betina, yang menyebabkan tingkat agresivitas pada kucing menurun.

Sedangkan, efek negatif dari sterilisasi kucing betina, antara lain:

  1. Obesitas. Kalau proses metabolisme tidak lancar, maka asupan nutrisi di dalam tubuh akan disimpan menjadi lemak, sehingga dapat membuat kucing kegemukan.

  2. Hilangnya bibit induk kucing dan anakan kucing yang potensial.

  3. Dapat memunculkan beberapa komplikasi pada saat proses bedah, seperti ovarian remnant syndrome, fistula pada saluran reproduksi, urinary incontinence, juga pendarahan (hemoragi).

Keputusan untuk sterilisasi tentunya kembali pada pemilik kucing. Semua pilihan adalah tepat untuk kebaikan bersama, baik kepentingan kesehatan dan kesejahteraan manusia juga hewan.

Demikian adalah pembahasan mengenai efek steril kucing betina, baik positif maupun negatif, yang perlu diketahui pemilik sebelum membuat keputusan. (SP)