Konten dari Pengguna

Feeding Rate dan Cara Pemberian Pakan Ikan yang Benar

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi feeding rate adalah, sumber foto: unsplash.com/Jeremy Cai
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi feeding rate adalah, sumber foto: unsplash.com/Jeremy Cai

Ilmu pengetahuan modern ternyata bisa dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan hasil panen ikan secara efisien. Salah satunya melalui penerapan feeding rate.

Feeding rate adalah cara menghitung pemberian pakan bagi hewan, termasuk ikan. Melalui sistem ini, para pemilik tidak akan mengeluarkan pakan yang terlalu banyak untuk ikan.

Untuk lebih memahami tentang konsep feeding rate serta cara pemberian pakan ikan yang benar, mari simak pembahasannya di sini.

Pengertian Feeding Rate

Ilustrasi feeding rate adalah, sumber foto: unsplash.com/Joshua J. Cotten

Dikutip dari buku Budi Daya Ikan Nila karya Khairuman dan Khairul Amri, (2013) dijelaskan bahwa pakan merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya ikan, karena berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas ikan.

Oleh karena itu, pemberian pakan yang benar dan tepat sangat diperlukan untuk mengoptimalkan hasil budidaya ikan. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan prinsip feeding rate.

Feeding rate adalah persentase pemberian pakan harian yang ditentukan berdasarkan berat rata-rata (average body weight/ABW) dan biomassa ikan. Feeding rate dapat dihitung dengan rumus:

FR (%) = (jumlah pakan per hari (gram) / biomassa ikan (gram)) x 100%

Feeding rate yang tepat dapat menghasilkan pertumbuhan ikan yang optimal dan penggunaan pakan yang efisien. Feeding rate yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pemborosan pakan, pencemaran air, dan peningkatan resiko penyakit.

Sebaliknya, feeding rate yang terlalu rendah dapat menyebabkan pertumbuhan ikan yang lambat, tidak merata, dan kurang sehat. Feeding rate dapat bervariasi tergantung pada jenis, ukuran, kondisi, dan kebutuhan nutrisi ikan.

Contoh Feeding Rate untuk Ikan

Secara umum, feeding rate akan menurun seiring dengan bertambahnya ukuran ikan. Berikut adalah contoh feeding rate untuk beberapa jenis ikan air tawar:

  1. Ikan nila: 5-10% untuk benih, 3-5% untuk juvenil, 2-3% untuk konsumsi

  2. Ikan lele: 10-15% untuk benih, 5-10% untuk juvenil, 3-5% untuk konsumsi

  3. Ikan mas: 5-8% untuk benih, 3-5% untuk juvenil, 2-3% untuk konsumsi

  4. Ikan gurame: 5-8% untuk benih, 3-5% untuk juvenil, 2-3% untuk konsumsi

Cara Pemberian Pakan Ikan yang Benar

Ilustrasi feeding rate adalah, sumber foto: unsplash.com/Joshua J. Cotten

Ada beberapa cara pemberian pakan yang perlu diperhatikan dalam budidaya ikan, antara lain:

  1. Waktu pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan pola makan alami ikan dan kondisi lingkungan.

  2. Frekuensi pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan ukuran dan kebutuhan ikan.

  3. Metode pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan jenis dan sifat pakan. Pakan dapat diberikan secara manual atau otomatis, dengan menggunakan alat.

  4. Lokasi pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan perilaku makan ikan dan kondisi kolam.

Demikian pembahasan mengenai pengertian feeding rate beserta cara pemberian pakan ikan yang benar. (WWN)