Konten dari Pengguna

Filter Canister Aquascape: Cara Kerja, Kelebihan, dan Kekurangannya

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi filter canister aquascape. Foto: George Wong/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi filter canister aquascape. Foto: George Wong/Unsplash

Filter canister aquascape merupakan sejenis alat penyaring yang digunakan untuk menjaga kualitas air, kesehatan tumbuhan, juga ikan dalam sebuah aquascape.

Berikut cara kerja, kelebihan, dan kekurangan filter canister aquascape yang penting dipahami.

Cara Kerja Filter Canister Aquascape, Kelebihan, dan Kekurangannya

Ilustrasi filter canister aquascape. Foto: Jaya surya Karthi/Unsplash

Akuarium adalah tempat memelihara ikan maupun tumbuhan air untuk dilihat. Akuarium umumnya berupa bak kaca yang berisi ikan hias dan tanaman. Kendati demikian, ada pula akuarium yang terbuat dari bahan akrilik.

Saat ini tren aquascape masih diminati. Dilansir dari eprints.umpo.ac.id, aquascape adalah sebuah seni menghias atau mengatur tanaman di dalam air.

Tanaman lantas dipadukan dengan kayu, batu, karang, koral, dalam suatu wadah atau akuarium sehingga memberi efek layaknya berkebun di bawah air.

Selanjutnya pemilik bisa menambahkan ikan hias supaya aquascape tampak semakin hidup. Akan tetapi, dalam membuat aquascape diperlukan alat penyaring yang disebut filter canister aquascape.

Berikut penjelasan tentang cara kerja, kelebihan, dan kekurangan alat tersebut yang penting diketahui.

1. Cara Kerja

Cara kerja alat ini adalah dengan mempompa air yang ada dalam akuarium ke wadah filter. Isi wadah berupa media filter berbeda-beda dan terbagi menjadi media filter kimia, mekanis, dan biologis.

Gunanya yaitu sebagai penyaring zat kimia, sisa makanan, kotoran, serta bakteri. Air yang sudah disaring, lantas disemprotkan atau ditumpahkan kembali lewat pompa air ke akuarium.

2. Kelebihan

  • Meningkatkan jumlah karbondioksida: air yang telah dikembalikan ke akuarium setelah melewati proses penyaringan, mengandung karbondioksida lebih tinggi. Tentu ini sangat baik bagi tanaman air, sebab bisa membantu proses fotosintesis serta pertumbuhan. Tanaman akan lebih sehat tatkala kebutuhan karbondioksida terpenuhi.

  • Menghemat tempat: alat ini bisa diletakkan di luar akuarium sehingga menghemat tempat.

  • Mampu menampung berbagai media filter: media filter biologis, kimia, dan mekanis, dapat menyaring bakteri, kotoran, sampai zat kimia dalam air. Media filter bisa disesuaikan dengan keperluan aquascape masing-masing.

  • Mudah dipasang: alat sangat mudah dipasang sebab hanya memakai selang intake serta output yang terhubung dengan output nozzle juga intake strainer. Posisi dan panjang selang dapat diatur sedemikian rupa.

3. Kekurangan

  • Mudah rusak: filter mudah rusak atau pecah saat dibersihkan. Selain itu, volume media filter cenderung sedikit sehingga memengaruhi kapasitas penyaringan, juga kerap kemasukan angin.

  • Suplai oksigen kurang: tingkat suplai oksigen ke dalam akuarium akan berkurang. Hal ini dipengaruhi oleh cara kerja filter canister aquascape yang mengembalikan air hasil penyaringan ke akuarium.

  • Aliran air masuk terlalu kuat: kondisi ini berdampak pada intake strainer bisa menyedot berbagai partikel kasar dalam akuarium mulai dari tanaman sampai ikan, sehingga menyumbat media filter dan merusak pompa air.

  • Sulit dibersihkan: pembersihan filter ini relatif sulit sebab harus dilepas dari akuarium terlebih dahulu.

Pertimbangkan dengan matang sebelum menggunakan filter canister aquascape. Kendati memiliki kelebihan, filter ini juga punya kekurangan yang dapat memengaruhi ekosistem di dalamnya. (DN)