Fungsi Pupuk Mop dalam Dunia Pertanian yang Penting Diketahui

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pupuk MOP adalah pupuk Muriate of Potash yang merupakan salah satu jenis pupuk dengan kandungan kalium klorida yang tinggi. Dalam dunia pertanian, pupuk jenis ini memiliki beberapa fungsi utama.
Karena mengandung kalium klorida yang tinggi, maka pupuk jenis ini diberikan untuk tanaman yang membutuhkan kalium dalam jumlah besar. Salah satu contohnya adalah jagung, cabai, dan sebagainya.
Pengertian Pupuk MOP
Dikutip dari buku Budidaya Tanaman karya Basuki dkk. (2023), pengertian pupuk MOP adalah salah satu jenis pupuk yang mengandung unsur hara kalium (K). Unsur hara ini sangat penting bagi tanaman karena berperan dalam berbagai proses fisiologis.
Proses fisiologis sendiri, misalnya adalah pembentukan dan translokasi karbohidrat, protein, dan lemak. Dengan adanya unsur kalium pada pupuk MOP, maka bisa membentuk tumbuhan melakukan proses tersebut.
Pupuk MOP biasanya diberikan pada tanaman yang membutuhkan kalium tinggi, seperti jagung, tebu, kelapa sawit, pisang, kentang, dan sayuran. Pupuk ini dapat diberikan secara tunggal atau dicampur dengan pupuk lain sesuai dengan kebutuhan.
Pupuk MOP dapat diberikan sebelum tanam atau saat tanam dengan cara ditaburkan di sekitar tanaman atau dibenamkan di dalam lubang tanam. Dosis pupuk MOP yang dianjurkan berbeda-beda tergantung pada jenis tanaman, umur tanaman, dan status hara tanah.
Fungsi Pupuk MOP
Berikut ini adalah beberapa fungsi utama dari pupuk MOP dalam dunia pertanian:
Memperkuat batang dan perkembangan akar tanaman sebagai transportasi glukosa dalam tanah yang menjadikan buah menjadi lebih manis.
Memperkuat tanaman dari serangan penyakit dan dari kekeringan.
Sebagai transporter asimilat dan kerja enzim.
Kelemahan Pupuk MOP
Meski membantu pertumbuhan tanaman dan juga buah, ternyata ada beberapa kelemahan atau kekurangan dari pupuk jenis ini, di antaranya adalah sebagai berikut:
Dapat meningkatkan kandungan klor (Cl) dalam tanah dan tanaman yang dapat mengganggu penyerapan nitrogen (N) dan fosfor (P).
Dapat menurunkan pH tanah dan meningkatkan potensi pencucian hara.
Dapat menimbulkan efek antagonis dengan unsur hara lain, seperti kalsium (Ca) dan magnesium (Mg).
Baca juga: Cara Menggunakan Pupuk NPK Mutiara untuk Tanaman yang Tepat
Jadi, dapat disimpulkan bahwa pupuk MOP adalah pupuk yang mengandung kalium yang dibutuhkan oleh tanaman. Meski begitu, penggunaannya harus diperhatikan. Sebab, jika berlebihan, tidak baik untuk tanaman. (WWN)
