Hobi Menyusun Puzzle dan Manfaatnya bagi Anak-Anak

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 1 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puzzle adalah salah satu permainan yang berisi kegiatan membongkar dan menyusun kembali kepingan gambar agar bisa membentuk bentuk gambar secara utuh. Hobi menyusun puzzle ini ternyata sangat bermanfaat, terutama bagi anak-anak.
Lantas, apa saja manfaatnya? Simak dalam penjelasan berikut ini!
Manfaat Bermain Puzzle bagi Anak-Anak
Effiana Yuriastien, dkk dalam buku berjudul Games Therapy untuk Kecerdasan Bayi dan Balita menjelaskan bahwa bermain puzzle bukan hanya sekedar permainan, namun dengan bermain puzzle ada beberapa manfaat untuk anak-anak, yaitu:
1. Membantu Mempertajam Ingatan Anak
Anak yang bermain puzzle akan menyatukan potongan agar membentuk gambar yang utuh. Selama proses bongkar pasang, si kecil akan terus mencoba mengingat pola gambar yang telah mereka lakukan sebelumnya. Dengan demikian, ketajaman ingatan anak semakin baik.
2. Meningkatkan Kemampuan Motorik
Anak yang suka bermain puzzle akan membalikkan, mengambil, menahan, serta menyusun potongan menjadi gambar utuh. Hal ini tentu bisa melatih otot jari-jari anak agar semakin kuat.
3. Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah
Bermain puzzle bisa meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Ketika bermain puzzle, anak harus mengambil langkah khusus agar bisa memecahkan puzzle dan membentuk gambar yang benar. Dengan demikian, anak akan semakin kreatif.
4. Melatih Koordinasi Tangan dan Mata
Anak yang hobi bermain puzzle bisa membantu koordinasi tangan dan mata. Si kecil akan mengamati bentuk, warna, dan gambar setiap potongan. Mata kemudian mengirim informasi ke otak si kecil. Hal ini akan membantu si kecil bisa menyelesaikan puzzle dengan baik.
Asal-usul Puzzle
Puzzle asalnya dari bahasa Inggris yang artinya bongkar pasang atau teka-teki. Puzzle dalam kamus bahasa Indonesia artinya adalah tebak-tebakan. Puzzle yang pertama kali dibuat adalah jigsaw puzzle.
Seorang ahli pembuat peta, yakni John Spilsbury pada tahun 1766 menciptakan gambar sebuah peta di lembaran kayu. Kemudian dipotong berdasarkan batas garis negara.
Puzzle ini dibuat agar dapat membantu saat pelajaran geografi untuk anak-anak sekolah pada masa itu. Kepingan puzzle akan membantu proses belajar murid tentang posisi, lokasi, serta hubungan geografi antara masing-masing negara.
Selanjutnya John melihat puzzle sebagai ide bisnis yang bagus. Puzzle pun kemudian berkembang pesat dengan berbagai pola hingga sekarang.
Demikianlah penjelasan tentang manfaat hobi bermain puzzle untuk anak serta asal-usul puzzle. Semoga membantu! (eK)
