Inilah Cara Budidaya Semangka Agar Buahnya Segar

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara budidaya semangka merupakan salah satu ilmu yang diburu oleh banyak orang, terutama para pembudidaya pemula. Karena ketika penerapan atau cara penananam semangka tidak sesuai dengan aturan yang benar, semangka tidak bisa tumbuh maksimal. Bahkan kemungkinan besar akan mati.
Dikutip dari buku Strategi Budidaya Tanaman Semangka karya Devi Murti Prakastiwi (2021) dijelaskan bahwa terdapat beberapa keuntungan ketika melakukan budidaya semangka, diantaranya; memiliki nilai ekonmis yang tinggi, permintaan pasar tinggi, dan dapat panen dalam kurun waktu 70 sampai 100 hari.
Cara Budidaya Semangka
Terdapat beberapa point yang penting untuk diperhatikan supaya semangka tumbuh subur serta menghasilkan buah yang besar. Yuk simak langkah-langkah cara budidaya semangka di bawah ini.
1. Persiapan Lahan
Cara budidaya semangka yang utama adalah mempersiapkan lahan atau tanah supaya gembur dan subur. Langkah pertama, balik tanah dengan menggunakan traktor atau sapi pembajak. Kemudian taburkan pupuk kandang. Selanjutnya buatlah bedengan lebar 5-6 meter dengan jarak antar bedengan 60-80 cm.
Setelah bedangan siap, bentangkan plastik yang berlubang di atas bedengan. Idealnya supaya tanaman semangka dapat tumbuh maksimal jarak lubangnya sekitar 60 sampai 70 cm.
2. Persemaian
Tahap persemaian bisa dilakukan secara langsung ke tanah ataupun dengan memakai polybag kecil. Berikut langkah-langkahnya.
Campurkan kompos dan tanah dengan perbandingan 1:2
Masukkan benih ke dalam tanah atau polybag yang telah dilubangi dengan kedalaman 0,5 cm. Kemudian tutup dengan sedikit taburan tanah.
Buatlah atap pelindung dari plastik atau apapun supaya benih tidak terkena sinar matahari secara langsung.
Bukalah sangkup atau atap setiap pukul 10 pagi. Hal ini bertujuan supaya benih dapat berfotosintetis. Setelah itu tutup atap kembali.
lakukan penyiraman benih setiap hari sampai benih siap dipindahkan.
3. Penanaman
Setelah benih menginjak usia 8-10 hari, bibit sudah dapat dipindahkan ke lahan yang telah disiapkan. Setiap satu benih berada di dalam satu lubang plastik. Supaya tanaman dapat tumbuh sehat, setiap hari dilakukan pengecekan. Apabila menemukan bibit yang tidak sehat atau terserang penyakit, segera buang dan ganti dengan bibit baru.
Hal ini bertujuan supaya penyakit tersebut tidak menular ke tanaman yang sehat.
4. Perawatan
Proses perawatan tidak kalah penting daripada proses penyemaian dan penanaman. Supaya tanaman semangka berbuah besar dan tumbuh sehat, lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari.
Namun. Ketika terjadi proses pembentukan bunga penyiraman harus dihentikan. Tujuannya supaya bunga dapat tumbuh sempurna. Setelah berubah menjadi buah yang kecil, barulah penyiraman dilakukan kembali.
Setelah buah mencapai ukuran maksimal frekuensi penyiraman mulai dikurangi. Hal ini bertujuan supaya kadar gula di dalam buah tetap terjaga.
Itulah cara budidaya semangka agar tanaman tumbuh subur serta memiliki buah yang besar.
(DAI)
