Jarak Tanam Matoa dan Perawatannya yang Tidak Boleh Terlewatkan

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pohon Matoa bernama ilmiah Pometia pinnata merupakan salah satu tanaman menarik yang banyak dibudidayakan di kawasan tropis. Rasa buah matoa terkenal lezat dan untuk membudidayakannya harus memperhatikan jarak tanam matoa agar buahnya semakin bagus.
Syarat Tumbuh Pohon Matoa
Gagas Ulung dalam buku berjudul Sehat alami dengan Herbal : 250 Tanaman Berkhasiat Obat, menjelaskan bahwa buah matoa kaya dengan senyawa polifenol yang sangat bagus untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Tidak heran pohon matoa banyak dilestarikan di berbagai kawasan di Indonesia.
Adapun syarat tumbuh pohon matoa adalah :
Curah hujan tinggi pada angka > 1200 mm/tahun.
Mempunyai suhu rata-rata 22 sampai 28 derajat Celcius.
Mendapatkan intensitas cahaya dengan jumlah 70-100%.
Matoa bisa tumbuh di berbagai kawasan, mula tepi sungai, danau, maupun pinggir jurang.
Mudah hidup pada tanah yang berlempung, berpasir, berkarang, maupun dengan drainase yang buruk.
Lokasi tumbuh terbaik matoa pada ketinggian 0-120 mdpl.
Matoa bisa tumbuh baik pada kawasan tanah kering dan tidak tergenang menggunakan lapisan tanah tebal.
Topografi lokasi tumbuh matoa yang terbaik sangat bervariasi, mulai bergelombang, datar, hingga pada kawasan berlereng dengan kemiringan landai hingga curam.
Jarak Tanam budidaya Matoa Secara Generatif
Budidaya matoa salah satunya bisa menggunakan cara generatif, yaitu memakai biji matoa. Penanamannya dengan menempatkan biji langsung di lokasi penanaman maupun memindahkan anakan yang tubuh alami pada lokasi penanaman yang sudah disiapkan.
Lokasi penanamannya sendiri bisa di dalam pot, polybag, maupun kebun khusus yang disiapkan oleh para petani matoa. Perbanyakan matoa akan mulai berbuah di umur 4-5 tahun.
Melakukan perbanyakan dengan biji harus melalui tahap persemaian lebih dahulu dalam polybag kecil. Setelah melalui proses persemaian, tunggu bibit hingga tinggi batangnya 10-15 cm.
Pindahkan bibit matoa dalam polybag berukuran sedang, kemudian rawatlah sampai tingginya mencapai 40-50 cm sebelum proses penanaman di lahan permanen.
Pada penanaman permanen jarak tanam matoa yang ideal adalah 8-12 cm dengan lubang tanam berukuran 50 cm × 50 cm × 50 cm.
Jarak tanam matoa yang demikian bisa menjadikan pohon matoa tumbuh dengan baik, berbuah banyak dan besar serta buahnya semakin berkualitas.
Namun, untuk mendapatkan buah yang berkualitas harus melakukan juga tahapan perawatan, mulai penyiraman, penyemaian, pembasmian gulma dan lainnya.
Itulah penjelasan tentang jarak tanam matoa yang ideal yang perlu diketahui. Semoga membantu! (Ek)
