Jenis-Jenis Herbarium dan Fungsinya bagi Ilmu Pengetahuan

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Herbarium merupakan istilah untuk menyebutkan tumbuhan yang telah mengalami proses pengeringan atau pengawetan. Secara umum, jenis-jenis herbarium terbagi menjadi dua macam, yakni herbarium basah dan kering.
Dua jenis herbarium tersebut memiliki perbedaan dalam segi tekstur dan bahan pengawet. Walaupun begitu, kedua jenis herbarium memiliki fungsi yang sama pentingnya bagi ilmu pengetahuan.
Ketahui berbagia jenis herbarium beserta fungsinya bagi ilmu pengetahuan dalam ulasan berikut ini.
Jenis-Jenis Herbarium
Herbarium merupakan salah satu istilah yang terdapat dalam pembahasan ilmu pengetahuan alam, khususnya biologi. Makna dari herbarium itu sendiri adalah kumpulan spesimen tumbuhan yang telah mengalami proses pengawetan atau pengeringan.
Jenis-jenis herbarium dalam ilmu biologi terbagi menjadi dua, yakni herbarium basah dan herbarium kering. Selain berbeda tekstur (basah dan kering), dua jenis herbarium tersebut juga mempunyai perbedaan zat pengawet.
Mengutip dari buku Biologi 1: Mengungkap Rahasia Alam Kehidupan SMP Kelas VII karya Kadaryanto, dkk. (2006: 15), berikut adalah larutan pengawet untuk membuat herbarium basah dan kering.
1. Pengawet Herbarium Basah
Larutan untuk membuat herbarium basah terdiri dari:
Akuades (air suling);
Formalin 4%;
Asam cuka 40%;
Terusi (tembaga sulfat);
Alkohol 50%; dan
Gliserin 10%.
2. Pengawet Herbarium Kering
Larutan untuk membuat herbarium kering terdiri dari:
Pengawet tunggal, yakni larutan formalin 4%.
Pengawet campuran, yakni formalin 4% dalam alkohol 70%.
Fungsi Herbarium bagi Ilmu Pengetahuan
Berdasarkan tekstur dan zat pengawetnya herbarium memang terbagi menjadi dua jenis. Walaupun memiliki jenis berbeda, herbarium tetap memiliki fungsi yang sama bagi ilmu pengetahuan.
Mengutip dari buku IPA 1B SMP Kelas VII karya Penulis Tim IPA (2007: 12), herbarium digunakan oleh ilmuwan untuk memahami dunia tumbuhan. Keberadaan herbarium membuat manusia memiliki spesimen tumbuhan.
Spesimen tersebut memiliki berbagai macam kegunaan, antara lain:
Objek pengamatan tentang struktur buah dan/atau tumbuhan;
Objek pengamatan terhadap bentuk-bentuk buah dan/atau tumbuhan;
Objek untuk melakukan perbandingan antara suatu jenis tumbuhan dengan tumbuhan lain.
Kegunaan-kegunaan tersebut memiliki fungsi penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Contohnya, manusia dapat mengetahui perbedaan antara struktur daun menjari, menyirip, melengkung, sejajar dan lain-lain.
Kesimpulannya, jenis-jenis herbarium meliputi herbarium kering dan basah. Secara fungsi, keduanya juga sama-sama berguna bagi ilmu pengetahuan, yaitu untuk melengkapi pengamatan terhadap buah atau tumbuhan. (AA)
