Kelebihan dan Kekurangan Cocopeat untuk Budidaya Tanaman

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai media tanam organik yang berasal dari olahan sabut kelapa, ada beberapa kelebihan dan kekurangan cocopeat yang perlu diketahui.
Artikel ini akan menjelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan cocopeat yang bisa digunakan sebelum menjadikannya sebagai media tanam.
Kelebihan dan Kekurangan Cocopeat
Gambut kelapa atau cocopeat merupakan serbuh sabut buah kelapa yang kerap dijadikan sebagai media tanam organik.
Penggunaan cocopeat seabgai media tanam memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan tersendiri. Apa saja? Berikut penjelasannya.
1. Kelebihan Cocopeat
Cocopeat memiliki begitu banyak kelebihan sebagai media tanam, berdasarkan buku Fisiologi Media Tanam Berbasis Limbah karya Nora dan Hadi.
Beberapa kelebihan cocopeat, antara lain:
Memiliki daya serap dan daya simpan air yang tinggi bahkan 10 kali lebih baik dari tanah, yang berarti sangat cocok untuk sistem hidroponik.
Mengandung berbagai unsur hara yang penting untuk pertumbuhan tanaman, seperti kalium, kalsium, fosfor, magnesium, dan natrium.
Cocopeat memiliki banyak pori mikro dan makro yang memiliki manfaat masing-masing. Pori mikro untuk menghambat gerakan air dan pori makro untuk menjaga sirkulasi udara.
Menjaga tanaman dari serangan hama dan gulma.
Memiliki kandungan trichoderma yang dapat mengurangi penyakut yang berasal dari dalam tanah, sehingga tanah lebih subur dan gembur.
Mudah ditemukan dengan ketersediaan yang melimpah dari limbah industri dan sisa tanaman.
Ramah lingkungan dan bisa terdegradasi dengan baik di dalam tanah kalau sudah tidak digunakan lagi.
Bisa digunakan hingga tiga kali dan juga didaur ulang menjadi media tanam baru setelah melewati beberapa proses.
Kekurangan Cocopeat
Kekurangan cocopeat adalah banyak mengandung zat tanin yang merupakan jenis senyawa penghalang makanis, yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.
Selain itu, cocopeat juga mengandung klor yang akan membentuk asam klorida kalau bereaksi dengan air. Hal ini bisa menyebabkan media menjadi asam, padahal tanaman membutuhkan kondisi netral.
Namun, tidak perlu khawatir. Kandungan zat tanin dan klor yang ada di dalam cocopeat bisa dihilangkan dengan cara membersihkannya.
Dalam hal ini, cocopeat harus direndam di dalam air bersih selama beberapa jam, kemudian aduk hingga air mengeluarkan busa putih. Air rendaman kemudian dibuang lalu diganti dengan air yang baru.
Lakukan langkah tersebut berulang kali hingga busa putih tidak lagi keluar. Dengan begitu, cocopeat aman untuk digunakan sebagai media tanam.
Demikian pembahasan mengenai kelebihan dan kekurangan cocopeat yang bisa menjadi pertimbangan sebelum menggunakannya. (SP)
