Kenapa Burung Dara Tidak Mau Makan? Ini Penyebabnya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa burung dara tidak mau makan? Pertanyaan ini banyak dibahas bagi para pemilik burung dara atau yang juga dikenal sebagai burung merpati. Ada beberapa alasan di balik burung dara sulit makan, bahkan cenderung tidak mau makan.
Salah satunya adalah sebab terserang penyakit. Selain itu masih ada beberapa penyebab lainnya yang membuat burung dara tidak mau makan.
Alasan Kenapa Burung Dara Tidak Mau Makan
Dikutip dari buku berjudul Cara Memelihara dan Melatih Merpati Balap, (2007: 2), di Indonesia, burung merpati sering juga dijuluki sebagai burung dara. Salah satu keistimewaan burung merpati dari Indonesia ialah ukuran tubuhnya paling besar dibandingkan dengan jenis burung merpati dari negara lain (luar negeri).
Burung dara ini banyak dipilih sebagai burung peliharaan sebab relatif jinak dan mudah dirawat. Namun ketika merawat burung dara, tak jarang pemilik menemukan hambatan. Salah satunya adalah menurunnya nafsu makan yang membuatnya cenderung tidak mau makan. Kenapa burung dara tidak mau makan?
Burung dara yang kehilangan nafsu makan dapat terjadi karena berbagai macam faktor, salah satunya akibat perawatan yang kurang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, perubahan dan kondisi cuaca yang drastis juga dapat menyebabkan burung kehilangan nafsu makan.
Penyebab lainnya adalah adanya serangan parasit atau penyakit di saluran pencernaan. Adanya serangan penyakit pada saluran pencernaan burung dapat menyebabkan tubuh burung menjadi sangat kurus atau yang dikenal dengan istilah nyilet. Nyilet pada burung ini akan membuat burung sangat kurus dan terlihat tonjolan tulangnya.
Kehilangan nafsu makan yang dialami burung dara ini akan menyebabkan penyakit dan membuat tubuh burung menjadi lebih kurus. Maka dari itu, jika burung terlihat tidak mau makan, sebaiknya segera melakukan tindakan lanjut. Contohnya seperti memberikan suplemen, memberikan makanan kesukaannya, atau melakukan konsultasi dengan dokter hewan terdekat.
Dengan informasi ini, pemilik burung dara dapat merawat kesehatan burung agar tetap sehat dan terhindar dari parasit yang membahayakan kesehatan tubuh burung. Semoga bermanfaat. (DAP)
