Konten dari Pengguna

Kenapa Burung Gereja Tidak Boleh Dipelihara? Ini Faktanya

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Burung Gereja Tidak Boleh Dipelihara. Foto: dok Unsplash/Mathew Schwartz
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Burung Gereja Tidak Boleh Dipelihara. Foto: dok Unsplash/Mathew Schwartz

Kenapa burung gereja tidak boleh dipelihara? Burung gereja yang sering kali ditemukan di lingkungan sekitar tidak disarankan untuk dipelihara sebab dapat membuat kerusakan pada berbagai properti rumah. Tak hanya itu, burung gereja juga berpotensi membawa penyakit liar yang berbahaya.

Alasan Kenapa Burung Gereja Tidak Boleh Dipelihara

Ilustrasi Kenapa Burung Gereja Tidak Boleh Dipelihara. Foto: dok Unsplash/Namrata Shah

Dikutip dari buku Ensiklopedia Fauna Dunia, yang disusun oleh Shafa Faizah (2018: 39), burung gereja dikenal juga dengan nama burung pingai. Burung gereja berukuran kecil seperti burung pipit. Burung liar ini dapat dengan mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Panjang tubuh burung gereja sekitar 14 cm dengan warna coklat, abu-abu, putih, dan hitam. Burung gereja sangat suka bernyanyi untuk berkomunikasi dengan sesama burung.

Burung ini termasuk omnivora atau hewan pemakan segala. Hal tersebut karena memakan segala hal seperti serangga,laba-laba, buah-buahan, bunga, biji, dan lain sebagainya.

Meski dikenal jinak, burung gereja tidak disarankan untuk dipelihara karena beberapa alasan, di antaranya:

1. Merusak Properti Rumah

Meski terlihat jinak, burung liar ini cenderung merusak berbagai properti rumah. Hal ini tentu merugikan orang yang memelihara. Oleh sebab itu, burung gereja tidak disarankan untuk dipelihara sebagai hewan peliharaan.

2. Tingginya Risiko Penularan Penyakit

Burung gereja yang aslinya merupakan burung liar ini berisiko tinggi untuk menularkan penyakit yang berbahaya. Terlebih burung ini berinteraksi dengan berbagai jenis burung dan makanan di lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itu burung ini lebih rentan terhadap penyakit yang berisiko ditularkan pada manusia, contohnya adalah salmonellosis.

3. Merusak Sanitasi

Memelihara burung gereja rupanya juga berisiko merusak sanitasi lingkungan. Pasalnya, sisa makanan dan kotoran burung yang berserakan akan mengotori ruangan. Tak hanya itu, bulu-bulu burung yang berterbangan juga berpotensi tinggi sebagai sumber alergen.

Itulah alasan kenapa burung gereja tidak boleh dipelihara. Dengan mengetahui alasan dan penyebabnya, pemilik dapat berpikir ulang untuk berniat memelihara burung gereja meskipun banyak ditemukan berkeliaran di lingkungan sekitar rumah. Semoga bermanfaat. (DAP)