Kenapa Ceker Berlendir? Ini Dia Penyebab dan Cara Mengatasinya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika memasak ceker, tak disangka ceker tersebut ternyata berlendir. Banyak yang mengalami hal ini dan belum tahu solusinya. Lantas, Kenapa ceker berlendir? Ketahuilah penyebab dan cara mengatasinya di sini.
Dikutip dari situs ipb.ac.id, ceker ayam sering dikonsumsi sebagian masyarakat sebagai sumber kolagen alami.
Sekitar 70 persen protein yang terdapat dalam ceker ayam terdiri dari kolagen. Selain kolagen, ceker ayam juga memiliki berbagai nutrisi lainnya, antara lain protein, kalsium, fosfor, vitamin A, folat, magnesium, serta vitamin E.
Kenapa Ceker Berlendir? Inilah Penyebabnya
Kenapa ceker berlendir? Ceker ayam terlihat berlendir karena kombinasi beberapa faktor, termasuk keberadaan lendir, kolagen, dan kulit.
Ceker ayam segar memiliki tekstur yang sedikit mengkilap dan halus, tetapi seiring bertambahnya usia, ceker ayam dapat terasa lengket karena bakteri memecah permukaannya.
Dikutip dari situs kwokspots.com, jika tidak ingin ceker ayam berlendir, maka bisa rendam dengan air es.
Air es sangat penting untuk memastikan ceker ayam memiliki tekstur yang tepat. Tanpa direndam air es, ceker akan tetap lunak, lembek, dan tidak enak dimakan. Air es dapat mengencangkan kulit dan memberikan tekstur seperti karet yang diinginkan.
Masih dikutip dari situs kwokspots.com, adapun untuk membuat ceker ayam tahan lama, maka bisa mengawetkan ceker ayam dengan cara berikut:
Larutkan 500g cuka beras dengan 100g gula putih. Tidak perlu memanaskan cuka terlalu lama, cukup sampai gula larut sepenuhnya.
Pastikan campuran cuka berada pada suhu ruangan sebelum menambahkannya ke ceker ayam.
Tuangkan campuran cuka ke dalam mangkuk bersama ceker ayam. Gunakan mangkuk yang dapat memaksimalkan jumlah cuka yang bersentuhan dengan ceker ayam.
Tutupi dengan tisu dapur yang telah dibasahi campuran cuka sehingga potongan-potongan di atasnya masih terkena cuka.
Biarkan di lemari es semalaman dan di tengah proses bisa mengaduk ceker ayam sehingga semuanya terlapisi cuka secara merata.
Ceker ayam, seperti bagian unggas lainnya, secara alami menghasilkan lendir yang dapat terlihat lebih jelas seiring bertambahnya usia ceker atau jika tidak disimpan dengan benar.
Itulah penjelasan tentang kenapa ceker berlendir. Kulit ceker ayam relatif tipis dan dapat menjadi licin saat basah atau terkena uap air, yang selanjutnya menimbulkan sensasi berlendir. (IF)
Baca juga: 8 Cara Membasmi Gurem yang Sudah Menyebar di Kulit Ayam
