Ketahui Risiko Ternak Kelinci dan Cara Beternak yang Tepat

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beternak hewan tentu akan memiliki berbagai risiko. Adapun salah satu risiko ternak kelinci adalah adanya kemungkinan perkawinan dini.
Karim dan Priatna dalam Analisis Faktor-faktor yang Berkorelasi dengan Sikap Kewirausahaan Peternak Kelinci (Kasus: Koperasi Peternak Kelinci Kabupaten Bogor, Jawa Barat) mengungkapkan bahwa cara perawatan kelinci yang benar bisa mengurangi risiko kendala dalam beternak.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai risiko ternak kelinci, baca artikel ini sampai selesai.
Risiko Ternak Kelinci
Setiap usaha tentu memiliki beragam risiko, termasuk saat memulai peternakan kelinci. Saat ini, banyak pengusaha yang membudidayakan kelinci pedaging karena rasanya yang lezat dan permintaan cukup tinggi.
Meski begitu, beternak tentu memiliki sejumlah risiko, di antaranya:
Adanya risiko perkawinan dini.
Rentan terserang wabah penyakit.
Risiko kehilangan dan pencurian kelinci.
Cara Beternak Kelinci
Untuk memudahkan saat hendak memulai bisnis ternak kelinci, berikut ini sejumlah tipsnya.
1. Pilih Bibit Induk Unggulan
Salah satu cara beternak kelinci adalah memilih bibit indukan yang unggul agar anakan kelinci yang dihasilkan berkualitas baik. Biasanya, indukan betina yang sehat memiliki berat sekitar 4-5 kg.
Sementara itu, untuk indukan jantan yang sehat mempunyai berat sekitar 3-5 kg. Selain itu, pastikan bahwa indukan kelinci tidak memiliki cacat fisik, mata bersih, dan bulu cerah.
2. Merawat Kelinci
Cara beternak kelinci selanjutnya adalah merawatnya dengan baik, khususnya dalam hal pemeliharaan kandang. Pemilik perlu memastikan bahwa kondisi kandang selalu bersih dan kering untuk menghindari risiko serangan penyakit.
Selain itu, jika telah mencapai usia ideal, sekitar 5 bulan, kelinci juga bisa mulai dikawinkan.
3. Mempertahankan Sifat Kelinci
Sebelum mengawinkan kelinci, juga perlu mempertahankan beberapa sifat kelinci atau pemuliabiakan. Tujuannya adalah untuk membentuk anakan kelinci berkualitas unggul.
Untuk mendapatkan sifat unggul yang lebih baik melakukan persilangan luar. Selain itu, juga dapat menggunakan sistem pemuliabiakan silang untuk memperoleh ras baru.
4. Memelihara Kelinci Anakan
Apabila telah dihasilkan kelinci anakan, cara beternak kelinci berikutnya adalah dengan memelihara anak kelinci dengan baik. Biasanya, kelinci anakan masih lemah, sehingga perlu diperhatikan cara perawatannya.
Ketika usia anak kelinci 7-8 minggu, perlu dilakukan penyapihan dari induknya dengan memisahkan kandang dan isi sebanyak 2-3 anak kelinci per kandangnya. Cara tersebut dilakukan untuk mencegah risiko perkawinan dini.
Demikian ulasan mengenai risiko ternak kelinci dan cara beternak yang tepat. [ENF]
