Kucing Muntah Bulu : Penyebab beserta Cara Mengatasinya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kucing muntah bulu sering disebut hairball. Kondisi ini merupakan hal yang wajar dan terjadi pada setiap kucing, terlebih kucing dengan bulu panjang. Namun, terkadang kucing muntah bulu tidak hanya sekali, tetapi bisa terjadi berkali-kali, bahkan sering.
Karena itu, masalah tersebut membuat cat lovers ketakutan dan khawatir dengan kondisi kucingnya. Namun, apakah hairball berbahaya? Kemudian, apa gejala dan bagaimana mengatasinya? Simak penjelasan di bawah ini!
Penyebab Kucing Muntah Bulu
Muhammad A. Suwed, Romade M. Napitupulu dalam buku berjudul Panduan Lengkap Kucing menjelaskan bahwa kucing setiap kali pasti akan menjilati tubuh dengan lidahnya. Tujuannya untuk membersihkan tubuh si kucing, kemudian kotoran dan bulu akan ada yang rontok.
Bulu-bulu rontok itu ada yang tersangkut di lidah, tertelan, dan masuk ke saluran pencernaan. Bulu-bulu tersebut akan menumpuk dan menggumpal di lambung maupun usus, membentuk sebuah bola bulu yang sering disebut sebagai hairball.
Hairball yang sudah tertelan akan dikeluarkan melalui feses atau lewat muntah. Hairball sering terjadi pada kucing dengan bulu panjang, terutama ketika bulunya sedang rontok atau tidak disisir setiap hari.
Gejala Hairball yang Muncul pada Kucing
Gejala hairball pada kucing, yaitu:
Batuk-batuk.
Penurunan berat badan.
Penurunan nafsu makan jika hairball tidak dikeluarkan.
Muntah sekali atau beberapa kali sampai semua hairball keluar. Umumnya, terlihat ada gumpalan bulu di muntahannya.
Makan tanaman atau rumput. Kucing melakukan demikian bertujuan merangsang muntah sehingga hairball bisa keluar.
Cara Menangani Hairball pada Kucing
Muntah bulu pada kucing atau hairball bisa diatasi dengan cara yang mudah, yaitu:
1. Memandikan dan Menyisir Bulu Kucing
Memandikan serta menyisir bulu kucing dengan teratur, terutama musim panas/kemarau atau ketika bulunya sedang rontok. Semakin banyak bulu yang rontok saat disisir, maka semakin sedikit bulu yang ditelan kucing dan risiko kucing terkena hairball semakin sedikit.
2. Memberikan Serat/Rumput
Sebaiknya, cat lovers memberikan serat/rumput pada kucing dan ini akan mengurangi risiko hairball. Serat/rumput tersebut bisa dibeli secara online atau offline.
3. Memberikan Vitamin Bulu Kucing
Berikan vitamin bulu kucing dengan rutin supaya bulu tetap sehat. Dengan begitu, meskipun bulu kucing lebat namun kuat dan tidak gampang rontok. Namun, jika rontok sudah berlebihan, segera periksakan ke dokter hewan.
Itulah penjelasan kucing muntah bulu hingga cara mengatasinya. Semoga bermanfaat! (Ek)
