Konten dari Pengguna

Media Tanam Anorganik dan Jenis-Jenis yang Sering Digunakan

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi media tanam anorganik. Sumber foto: Pexels/Athena.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi media tanam anorganik. Sumber foto: Pexels/Athena.

Media tanam anorganik merupakan salah satu ilmu pertanian yang cukup penting untuk diketahui. Mengingat harga tanah yang semakin mahal, terobosan-terobosan seperti itu sangat perlu untuk dipelajari.

Dikutip dari buku Media Tanam untuk Tanaman Hias karya Redaksi PS halaman 26, dijelaskan bahwa bahan anorganik adalah bahan dengan unsur mineral tinggi yang berasal dari proses pelapukan batuan induk di dalam bumi.

Jenis-Jenis Media Tanam Anorganik

ilustrasi media tanam anorganik. Sumber foto: Pexels/Marko Klaric.

Media tanam anorganik selain bisa didapatkan dari pelapukan yang induk yang ada di bumi, juga bisa dibuat secara sintetis.

Berikut beberapa jenis media tanam anorganik yang bisa digunakan sebagai referensi.

1. Pasir

Jenis media tanam anorganik yang bisa dijadikan sebagai pengganti tanah adalah pasir. Pasir yang baik untuk digunakan sebagai media bercocok tanam yaitu yang biasanya dipakai untuk bahan bangunan.

Pada dasarnya, pasir bangunan mempunyai kemampuan yang sangat baik dalam menyalurkan air. Sehingga tanaman tidak mudah ditumbuhi jamur.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, campur pasir dengan bahan lainnya, seperti pupuk kandang, sekam, dan lainnya agar kandungan unsur haranya tinggi.

2. Kerikil

Kerikil mempunyai fungsi yang hampir sama dengan pasir. Salah satu manfaat kerikil yang baik untuk tanaman yaitu mempunyai kemampuan dalam memaksimalkan sirkulasi air dan udara. Fungsi tersebut sangat bagus untuk membantu pertumbuhan tanaman.

Sedangkan kekurangan kerikil sama seperti pasir, yakni memiliki sedikit unsur hara. Untuk itu, kerikil perlu dicampur dengan bahan-bahan lainnya agar tanaman tumbuh subur.

3. Spon

Sebagian besar petani atau para pecinta budidaya tanaman sudah tidak asing dengan spon. Biasanya spon digunakan sebagai media untuk menyemai bibit sebelum tumbuh besar, seperti bibit kacang, kangkung, dan lain sebagainya.

Salah satu keunggulan spon yaitu memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menyerap air. Hal inilah yang akan membuat tanaman lebih maksimal dalam menyerap air. Namun, media tanam ini tidak bisa digunakan dalam jangka waktu lama karena sifatnya yang mudah hancur.

Itulah media tanam anorganik dan jenis-jenisnya yang bisa dijadikan bahan untuk menambah wawasan dalam dunia cocok tanam. (dai)