Konten dari Pengguna

Media Tanam Pepaya dalam Pot untuk Menghemat Lahan

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi media tanam pepaya. Sumber: Alleksana/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi media tanam pepaya. Sumber: Alleksana/Pexels.com

Dewasa ini, kegiatan berkebun sudah merambah ke kalangan masyarakat perkotaan, termasuk budi daya pepaya.

Pepaya menjadi populer karena dapat dibudidayakan tanpa lahan luas, misalnya ditanam di dalam pot. Cukup sediakan media tanam pepaya yang diperlukan, dan pohon dapat berbuah lebat.

Menyiapkan media tanam pepaya dalam pot terhitung cukup mudah. Cara ini sangat cocok digunakan untuk berkebun di daerah perkotaan maupun daerah dengan lahan yang sempit. Untuk lebih detailnya, simak ulasan berikut.

Media Tanam Pepaya dalam Pot

Ilustrasi media tanam pepaya. Sumber: Miguel Á. Padriñán/Pexels.com

Sebelum menyiapkan media tanam pepaya dalam pot, perlu disiapkan terlebih dahulu bibit pepaya yang hendak ditanam.

Untuk metode penanaman pepaya dalam pot, dianjurkan menggunakan jenis pepaya yang tidak tumbuh terlalu tinggi. Misalnya, pepaya california yang juga dikenal memiliki buah kecil dengan rasa manis.

Pada dasarnya, media tanam pepaya dalam pot hanya memerlukan dua bahan utama, yakni tanah pekarangan dan pupuk kandang. Cukup campurkan kedua bahan tersebut dengan perbandingan 2:1 ke dalam pot berdiameter minimal 40 cm.

Pastikan pupuk kandang yang digunakan sudah tua. Pemilihan pupuk kandang yang belum matang dapat mengganggu kinerja media tanam karena menyebabkan panas.

Setelah itu, masukkan media tanam yang sudah disiapkan ke dalam pot yang di bawahnya sudah diberi lubang drainase. Fungsi lubang drainase adalah agar sisa air dapat mengalir dan tidak menyebabkan tanaman menjadi busuk.

Pada bagian paling bawah pot juga dapat diberi pecahan genting, kerikil, atau arang dapur agar lubang drainasenya dapat terjaga. Setelah semua media tanam ini siap, maka bibit pepaya siap untuk ditanam.

Pemupukan Lanjutan

Ilustrasi media tanam pepaya. Sumber: Blaxtar Essentials/Pexels.com

Dikutip dari buku Budi Daya Sayuran Indigenous di Kebun dan Pot, Hieronymus Budi Santoso menjelaskan bahwa pemupukan susulan pada tanaman pepaya dalam pot perlu dilakukan meskipun media tanam yang digunakan sebelumnya sudah mengandung pupuk.

Sebulan setelah tanam, berikan pupuk Urea, KCL, dan TSP dengan perbandingan 2:1:2 sebanyak 2 sendok makan per pohon. Campuran pupuk tersebut dapat dibenamkan sedalam 10 cm di sekeliling pot.

Kemudian, ketika tabulampot pepaya mulai berbunga, berikan pupuk NPK (15-15-15) yang sudah dilarutkan dalam 10 liter air dengan dosis sebanyak 1 sendok makan per pohon. Siramkan cairan pupuk hingga cukup basah.

Jika tanaman pepaya sudah rutin berbuah, pemupukan tetap dilakukan sekurang-kurangnya 4 bulan sekali. Pupuk yang dianjurkan, yakni NPK (15-15-15) dengan dosis 1 sendok makan per pohon dengan cara dibenamkan sedalam 10 cm di sekeliling pohon.

Demikian cara menyiapkan media tanam pepaya dalam pot yang dapat menghemat lahan. Buah pepaya dalam pot dapat dipetik pada umur 9 bulan. Pemanenan dapat diulang sebanyak 2-3 minggu.

(nan)