Mengapa Kucing Tidak Boleh Makan Cokelat? Ini Penyebabnya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemilik harus berhati-hati sebelum memberikan makanan kucing. Sehingga kadang pemilik bertanya-tanya, mengapa kucing tidak boleh makan cokelat?
Dikutip dari buku Panduan Lengkap Kucing karya Muhammad Suwed, cokelat beserta produk kakao lainnya mengandung zat teobromin yang termasuk ke dalam kelompok metilxanthine.
Pada artikel ini, akan dijelaskan penyebab mengapa kucing tidak boleh makan cokelat.
Mengapa Kucing Tidak Boleh Makan Cokelat?
Kucing mempunyai metabolisme tubuh yang lebih lambat untuk mencerna dan membuang zat bahaya yang terkandung dalam coklat dari dalam tubuhnya dibanding dengan manusia.
Oleh karena itu, kucing yang terlanjur makan cokelat bisa mengalami keracunan. Konsumsi cokelat pada kucing dapat menimbulkan efek keracunan yang ringan hingga berat.
Teobromin yang terkandung dalam coklat menyebabkan sistem saraf, sistem pencernaan, dan otot kucing bekerja secara berlebihan yang berakibat timbul sejumlah gejala pada kucing.
Beberapa gejala umum keracunan cokelat yang mungkin dialami kucing yaitu:
Diare
Gelisah, mudah mengamuk, dan hiperaktif
Muntah
Minum dan buang air kecil lebih sering dari biasanya
Sakit perut
Jika kucing mengonsumsi jumlah cokelat yang lebih banyak maka gejala yang lebih serius juga bisa timbul, di antaranya:
Napas yang cepat atau terengah-engah
Gemetar
Demam
Kejang
Jantung berdebar
Tekanan darah tinggi
Dalam kasus yang ekstrem atau jika jumlah cokelat yang dikonsumsi sangat banyak, dapat terjadi keracunan yang dapat berakibat fatal.
Bahaya yang juga bisa timbul apabila kucing makan cokelat putih. Walaupun tidak mengandung teobromin, kandungan lemak serta gula dalam cokelat putih juga dapat menyebabkan sakit perut pada kucing yang makan coklat putih.
Penting untuk diingat bahwa sejumlah faktor, termasuk jenis cokelat, berat badan pada kucing, serta jumlah cokelat yang dikonsumsi dapat memengaruhi seberapa parah gejala keracunan yang muncul.
Apabila mencurigai bahwa kucing telah mengonsumsi cokelat atau makanan yang mengandung cokelat, perhatikan gejala yang bisa jadi muncul pada kucing.
Hindari memberi obat hewan atau obat manusia kepada kucing tanpa petunjuk dari dokter hewan yang karena beberapa obat atau tindakan dapat memperburuk kondisi kucing.
Sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter hewan yang dapat memberikan perawatan yang sesuai.
Perlu diingat tindakan yang cepat sangat penting dalam kasus keracunan pada kucing, dan jangan menunda untuk mencari pertolongan medis jika mencurigai kucing telah mengonsumsi cokelat.
Demikian penjelasan penyebab mengapa kucing tidak boleh makan cokelat. (ARH)
