Konten dari Pengguna

Mengenal Fase Starter Ayam Petelur

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fase starter ayam petelur, sumber foto: unsplash.com/Artem Beliaikin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fase starter ayam petelur, sumber foto: unsplash.com/Artem Beliaikin

Ayam petelur merupakan salah satu jenis ayam yang banyak dibudidayakan karena bisa menghasilkan telur dalam jumlah yang banyak.

Ada beberapa fase yang dilalui dalam budidaya ayam petelur. Salah satunya adalah fase starter ayam petelur.

Ketahui lebih lanjut seputar fase starter ayam petelur dalam pembahasan di bawah ini.

Mengenal Fase Starter Ayam Petelur yang Wajib Diketahui Peternak

Ilustrasi fase starter ayam petelur, sumber foto: unsplash.com/Afra Ramió

Dikutip dari buku Industri Ternak Unggas Petelur karya Hieronymus Budi Santoso (2021), dijelaskan bahwa pada budidaya ayam petelur ada lima fase utama yang harus dilewati oleh ayam petelur.

Fase pertama adalah starter, kemudian dilanjutkan finisher, grower, pre-layer dan terakhir adalah fase layer.

Fase starter ayam petelur adalah fase pada saat ayam petelur masih berada di usia 0-4 minggu. Pada fase ini, ayam petelur masih membutuhkan perawatan khusus guna memastikan pertumbuhan mereka optimal.

Ayam petelur di fase starter membutuhkan perhatian dan perawatan yang khusus. Pasalnya, ayam petelur rentan terserang penyakit hingga menyebabkan kematian.

Salah satu yang perlu diperhatikan dalam fase starter ini adalah suhu kandang dan juga kebersihan kandang. Pastikan kandang bersih, kering, dan bebas dari sumber penyakit.

Kandang harus dilengkapi dengan brooder, yaitu alat pemanas yang digunakan untuk menjaga suhu dan kelembaban kandang. Brooder perlu dinyalakan sebelum ayam petelur datang, agar suhu kandang mencapai 32-35°C pada minggu pertama.

Kemudian turunkan suhu kandang secara bertahap sekitar 3°C per minggu, hingga mencapai 21-23°C pada minggu keenam.

Hal kedua yang perlu diperhatikan pada fase ini adalah pemberian pakan. Pakan yang diberikan harus mengandung protein tinggi (22-24%) untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh ayam.

Untuk masalah takaran sendiri, pada fase starter ini pakan yang diberikan adalah 11-28 gram per hari per ekor. Jumlah tersebut menjadi jumlah yang ideal untuk mendukung pertumbuhan ayam petelur.

Baca juga: Cara Budidaya Unggas Petelur agar Menguntungkan

Demikian pembahasan mengenai fase starter ayam petelur yang wajib diketahui oleh peternak ayam. (WWN)