Konten dari Pengguna

Mengenal Penyakit FIP pada Kucing yang Harus Diwaspadai

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyakit FIP pada kucing. Sumber foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyakit FIP pada kucing. Sumber foto: Unsplash

Penyakit FIP pada kucing merupakan salah satu penyakit yang harus diwaspadai, karena dapat berakhir dengan kematian. FIP sendiri disebabkan oleh coronavirus feline (FCoV).

Virus ini sendiri sebenarnya tergolong lemah dan ringan, namun coronavirus feline dapat bermutasi dan menjadi penyakit yang berbahaya sehingga berpotensi menyebabkan kematian.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai penyakit FIP pada kucing tersebut, mari simak pembahasannya di sini.

Mengenal Penyakit FIP Pada Kucing

Ilusstrasi kucing terkena penyakit FIP. Sumber foto: Unsplash

FIP atau Feline Infectious Peritonitis merupakan sebuah penyakit sistemik yang disebabkan oleh virus Feline coronavirus. Penyakit ini cukup berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.

Mengutip buku Cat Lover's Book (2013), virus FIP sendiri terbagi menjadi dua, yakni tipe kering dan tipe basah. Pada tipe kering, gejalanya sulit untuk dideteksi dan diobati.

Sementara dalam tipe basah, lebih mudah dideteksi karena munculnya cairan yang berlebih di rongga perut atau dada. Hal ini bisa terlihat dari perut atau dada kucing yang membesar.

Penyebab dan Gejala FIP pada Kucing

FIP pada kucing sendiri disebabkan oleh mutasi virus coronavirus feline (FCoV). FCoV umumnya menyebar melalui kontak dengan kotoran kucing yang terinfeksi.

Gejala penyakit FIP pada kucing sangat bervariasi dan tergantung pada bentuknya. Gejala yang umum terjadi meliputi demam yang tidak merespon terhadap obat dan penurunan nafsu makan.

Gejala yang bisa terlihat selanjutnya adalah penurunan berat badan, lesu, muntah, diare, pembengkakan perut (pada tipe basah), gangguan pernapasan, dan masalah neurologis.

Diagnosis dan Cara Pengobatan FIP pada Kucing

Diagnosis FIP pada kucing bisa sulit karena gejalanya sering mirip dengan penyakit lain. Terutama pada tipe kering, tipe inilah yang paling sulit untuk dideteksi karena tidak menunjukkan ciri.

Jika dibawa ke dokter hewan, ia akan melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, dan analisis cairan yang terakumulasi di dalam perut atau dada untuk mencari tanda-tanda karakteristik penyakit ini.

Untuk pengobatan sendiri, sayangnya hingga saat ini belum ada pengobatan yang efektif untuk FIP. Banyak kasus di mana penyakit ini dapat berakibat fatal untuk kucing.

Sakah satu pengobatan yang baik dilakukan untuk kucing yang terkena FIP adalah terapi suportif. Terapi suportif sendiri dapat diberikan untuk memperbaiki kualitas hidup kucing.

Namun, terapi tersebut hanya bersifat perawatan pereda, dan tidak bia menyembuhkan kucing secara instan.

Demikian ulasan mengenai penyakit FIP pada kucing yang harus diwaspadai. Semoga bermanfaat! (RAF)