Mengenal Vector Art dan Perbedaannya dengan Bitmap Desain Grafis

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam desain grafis, vector art adalah format gambar yang terdiri dari garis-garis serta bentuk geometris yang didefinisikan oleh rumus matematis.
Ada beberapa orang yang kerap menyamakan vector art dengan bitmap dalam desain grafis. Padahal keduanya merupakan hal yang berbeda.
Bagi pemula pemula yang baru mulai memasuki dunia seni, mari simak penjelasan tentang vector art dan perbedaannya dengan bitmap desain grafis di sini.
Mengenal Vector Art Dalam Desain Grafis
Vector art adalah seni yang dibuat menggunakan perangkat lunak desain vektor. Vector art terdiri dari garis-garis, bentuk geometris, dan warna yang didefinisikan secara sistematis.
Selain itu, vector art memiliki kelebihan lain, yakni ukuran gambarnya dapat diubah tanpa menghilangkan kualitas serta ketajaman. Hal ini tentu saja sangat fleksibel dan skalabel.
Mengutip situs Adobe, vector art sangat bagus untuk logo perusahaan, desain poster, dan sebagainya. Tak heran jika, vector art sering digunakan dalam ilustrasi, ikon, hingga tipografi.
Perbedaan Vector Art dan Bitmap
Berikut adalah beberapa perbedaan vector art dengan bitmap dalam desain grafis.
1. Bentuk Gambar
Vector art terdiri dari garis-garis, bentuk geometris, dan warna yang didefinisikan oleh rumus matematis. Gambar vektor tidak tergantung pada piksel-piksel individual.
Sebaliknya, bitmap atau gambar raster terdiri dari jutaan piksel kecil yang membentuk gambar. Setiap piksel memiliki warna dan intensitas sendiri-sendiri.
2. Skalabilitas
Vector art bersifat skalabel atau dapat diperbesar dan diperkecil tanpa kehilangan kualitas atau ketajaman gambar.
Karena gambar vektor didefinisikan oleh rumus matematis, garis dan bentuk dapat diubah ukuran dengan bebas.
Sebaliknya, bitmap memiliki resolusi terbatas. Artinya ketika diperbesar, piksel individu akan terlihat dan menyebabkan gambar menjadi pecah atau buram.
3. Ukuran File
Gambar vektor umumnya memiliki ukuran file yang lebih kecil dibandingkan dengan bitmap. Ini karena file vektor hanya menyimpan informasi tentang garis-garis, bentuk, dan pengisian warna.
Sementara, file bitmap harus menyimpan informasi tentang setiap piksel dalam gambar.
4. Pengeditan
Vector art lebih mudah untuk diedit daripada bitmap. Dalam aplikasi desain vektor, Anda dapat memodifikasi garis, bentuk, warna, dan elemen lainnya dengan mudah tanpa kehilangan kualitas gambar.
Dalam bitmap, pengeditan cenderung terbatas pada perubahan kecil dan memerlukan lebih banyak usaha untuk mengubah garis atau bentuk yang sudah ada.
5. Penggunaan Media
Gambar vektor lebih cocok untuk desain yang akan digunakan di berbagai media cetak atau digital.
Karena sifatnya yang skalabel, gambar vektor dapat diadaptasi dengan mudah ke berbagai ukuran dan resolusi tanpa kehilangan kualitas.
Bitmap lebih cocok untuk gambar dengan detail halus atau efek tekstur yang rumit, seperti foto-foto yang membutuhkan gradasi warna yang halus.
Demikian pembahasan mengenai vector art serta perbedaannya dengan bitmap dalam desain grafis. (RAF)
