Mengetahui Penyebab Badan Kucing Panas dan Cara Mengatasinya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Badan kucing panas seringkali membuat pemiliknya merasa cemas dan khawatir. Pasalnya, ada banyak faktor yang dapat menyebabkan badan hewan bermata indah ini menjadi panas.
Beberapa contoh faktor yang menyebabkan terjadinya kondisi tersebut adalah infeksi jamur, trauma, dan radang. Jika pemilik tidak segera mengatasi penyebabnya, kesehatan kucing dapat menjadi lebih menurun.
Penyebab Badan Kucing Panas
Badan kucing panas dapat timbul karena berbagai faktor penyebab. Berikut adalah beberapa faktor yang menjadi penyebab badan panas pada kucing yang mengutip dari laman Carolina Veterinary Specialists Charlotte (2023).
Infeksi bakteri dan virus
Infeksi jamur
Cedera batin
Trauma
Parasit
Penyakit autoimun
Obat-obatan tertentu
Tumor
Penyakit radang yang dimediasi kekebalan
Keracunan
Gangguan metabolisme
Gangguan endokrin
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa ada banyak penyebab badan kucing panas, mulai dari infeksi bakteri, jamur, virus, sampai dengan gangguan endokrin. Oleh sebab itu, penanganan panas pada kucing pun harus sesegera mungkin dan hati-hati.
Cara Mengatasi Badan Kucing Panas
Ketika kucing mengalami panas atau demam, pemilik perlu berusaha untuk mengatasinya sesegera mungkin. Pasalnya, semakin cepat menangani suatu penyakit akan semakin besar peluang kesembuhannya.
Namun, pemilik perlu berhati-hati dalam menangani panas pada kucing sebab jangan sampai terjadi penularan dari hewan ke manusia. Ketika akan menangani kucing yang sakit, ada baiknya menggunakan masker serta sarung tangan yang steril.
Setelah memastikan diri terlindungi, pemilik pun dapat mencoba cara mengatasi kucing panas. Berikut adalah cara mengatasi badan kucing panas yang mengutip dari buku berjudul Solusi Permasalahan Kucing karya Effendi dan Widya (2017: 73).
Gunakan termometer dan ukur suhu per-rektal pada kucing. Jika suhu melebihi 39,1o C, langkah yang paling tepat adalah sesegera mungkin membawa kucing tersebut ke dokter hewan.
Usahakan beri minum sedikit, tetapi sering.
Jangan memberikan parasetamol untuk mengatasi demam pada kucing. Parasetamol adalah zat beracun bagi kucing.
Berdasarkan ulasan tersebut, dapat dipahami bahwa penting untuk mengecek suhu, memberikan minum, serta memeriksakan badan kucing panas ke dokter hewan. Selain itu, penting juga bagi pemilik untuk memakai masker serta sarung tangan. (AA)
