Konten dari Pengguna

Panduan Menggunakan Flash Eksternal untuk Kamera

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Panduan Menggunakan Flash Eksternal untuk Kamera. Sumber: Ezkol ArnakEzkol Arnak/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Panduan Menggunakan Flash Eksternal untuk Kamera. Sumber: Ezkol ArnakEzkol Arnak/Pexels.com

Flash eksternal berguna menciptakan cahaya di area sudut frame agar semakin merata. Jika tidak ada cahaya membuat kamera tidak dapat menghasilkan gambar yang detail.

Oleh karena itu, penting untuk mempelajari panduan menggunakan flash eksternal untuk kamera dengan tepat. Simak pembahasannya di sini.

Panduan Menggunakan Flash Eksternal

Ilustrasi: Panduan Menggunakan Flash Eksternal untuk Kamera. Sumber: Boris K./Pexels.com

Ardiyanto Nugroho dan Jubilee dalam buku berjudul Kuasai Fotografi Digital dan DSLR dari Nol menjelaskan bahwa jenis flash yang dikenal masyarakat adalah pop-up flash dan flash eksternal.

Bagi pemula yang ingin menerapkannya, berikut adalah panduan menggunakan flash eksternal untuk kamera yang bisa dicoba.

1. Memantulkan Cahaya Flash Eksternal

Ketika memotret secara indoor, adanya ruangan dengan dinding serta langit-langit berwarna terang bisa membantu memberikan komposisi cahaya yang cocok saat pemotret memantulkan cahaya flash.

Pada teknik ini, pencahayaan telah memakai softbox sehingga pencahayaan semakin luas dengan memakai lampu kilat sendiri.

Bagi pemotret yang menggunakan teknik foto potret dengan teknik Bounce perlu memiringkan lampu kilat dan mengarahkan menuju langit dan dinding.

2. Menggunakan Bounce Card

Sumber cahaya yang lebih besar bisa membuat transisi secara mulus antara bayangan dan cahaya atau disebut soft lighting. Namun, jika tidak ada dinding, maka manfaatkan selembar karton putih pada sisi kiri atau kanan flash kamera.

Kemudian arahnya flash pada berbagai penjuru untuk mendapatkan cahaya yang diinginkan. Untuk hasil foto yang semakin menarik, pilih dan tentukan angle foto yang tepat.

3. Memblok Cahaya Berpendar

Flash yang memantul terhadap sudut lurus ke suatu objek bisa membuat cahaya menghujani objek. Hal ini tidak perlu dihindari, tapi kondisi ini bisa menimbulkan bayangan besar pada belakang objek. Untuk itu, cobalah mengarahkan flash ke arah yang tepat agar bayangan bisa dihindari.

4. Memilih Shutter Synchronization Mode

Pilihlah flash synchronization mode dengan menggunakan high-speed sync, ketika shutter speed lebih tinggi dibandingkan kemampuan kecepatan maksimum flash agar bisa menyinkronkan.

Untuk itu, pertimbangkan memakai first curtain sync maupun second curtain sync agar bidikan bisa long-exposure.

Pengaturan memakai menu kamera dapat diatur lewat Shutter synchronization yang berada di External flash function settings. Sedangkan saat memakai unit flash cukup tekan tombol high-speed sync (FP flash/Shutter-curtain synchronization).

Itulah panduan menggunakan flash eksternal untuk kamera yang bisa diterapkan. (eK)