Konten dari Pengguna

Pengertian dan Rumus IP Ayam Broiler yang Wajib Diketahui Peternakan

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi rumus IP ayam broiler, sumber foto: unsplash.com/Brett Jordan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rumus IP ayam broiler, sumber foto: unsplash.com/Brett Jordan

Ada banyak hal yang perlu diketahui ketika beternak ayam broiler. Salah satunya memahami rumus IP ayam broiler yang wajib diketahui para peternak.

Melalui rumus IP, para peternak bisa menilai seberapa baik kinerja produksi ayam broiler.

Untuk lebih mengenal rumus IP ayam broiler tersebut, mari simak pembahasannya di bawah ini.

Mengenal Rumus IP Ayam Broiler

Ilustrasi rumus IP ayam broiler, sumber foto: unsplash.com/Henrique S. Ruzzon

Dikutip dari buku Panduan Lengkap Ayam Broiler karya Ferry Tamalluddin, (Penebar Swadaya Grup) dijelaskan bahwa ayam broiler adalah jenis ayam ras pedaging yang dibudidayakan untuk menghasilkan daging berkualitas dengan waktu yang singkat.

Ada beberapa parameter yang bisa digunakan untuk mengetahui seberapa berhasil usaha peternakan ayam broiler, salah satunya adalah IP atau index performance.

IP merupakan nilai yang menggambarkan kinerja produksi ayam broiler dalam satu periode pemeliharaan. IP mencerminkan seberapa efisien penggunaan pakan, seberapa tinggi bobot panen, seberapa rendah kematian, dan seberapa cepat umur panen.

Semakin tinggi nilai IP, semakin baik performa pemeliharaan ayam broiler dan semakin menguntungkan usaha peternakan.

Rumus IP ayam broiler, yakni:

IP = (Persentase ayam hidup x Berat rata-rata : (FCR x umur) x 100

Rumus FCR = Pakan Total : (Populasi akhir x Berat rata-rata)

Contoh:

Sebuah peternakan memelihara 10.000 ekor ayam broiler. Pada umur 35 hari, ayam yang dipanen 9.000 ekor dengan berat rata-rata 1,5 kg. Total pakan yang dihabiskan selama pemeliharaan adalah 12.000 kg.

Diketahui:

Populasi awal = 10.000 ekor

Populasi akhir = 9.000 ekor

Berat rata-rata = 1,5 kg

Umur panen = 35 hari

Total pakan habis = 12.000 kg

Ditanyakan: Berapa nilai IP?

Jawab:

Persentase ayam hidup = (100 - deplesi)%

Deplesi = (populasi awal - populasi akhir) x 100% / populasi awal

Deplesi = (10.000 - 9.000) x 100% / 10.000

Deplesi = 10%

Persentase ayam hidup = (100 - 10)%

Persentase ayam hidup = 90%

FCR = total pakan habis / (populasi akhir x berat rata-rata)

FCR = 12.000 / (9.000 x 1,5)

FCR = 0,89

IP = (Persentase ayam hidup x Berat rata-rata : (FCR x umur) x 100

IP = (90 x 1,5) / (0,89 x 35) x 100

IP = 385,39

Jadi, nilai IP ayam broiler pada contoh kasus tersebut adalah 385,39, yang termasuk dalam kategori sangat baik. Karena nilai IP yang optimal berkisar antara 300-350.

Jika nilai IP di bawah 300, kinerja produksi kurang baik dan perlu ditingkatkan. Sementara bila nilai IP di atas 350, artinya kinerja produksi sangat baik dan bisa dipertahankan.

Baca juga: Cara Budidaya Unggas Petelur agar Menguntungkan

Demikian pembahasan mengenai pengertian dan rumus IP ayam broiler yang wajib diketahui oleh para peternak. (WWN)