Pengertian Fill Light dalam Fotografi dan Cara Menerapkannya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fill light adalah cahaya pengisi dalam fotografi yang harus dikusasai oleh seorang fotografer. Pasalnya, cahaya pengisi berfungsi untuk mempercantik suatu hasil foto.
Sari dan Kristiadi dalam Optimalisasi Three Point of Lighting pada Program Feature Warisan Budaya “Tari Topeng Panca Wanda Penuh Makna” menyebutkan bahw fill light adalah lighting dalam fotografi yang cahayanya berlawanan dengan key light.
Untuk mengetahui lebih lanjut seputar apa itu fill light dan cara menerapkannya, mari baca artikel berikut ini.
Apa itu Fill Light?
Sebelum membahas lebih lanjut tentang cara menerapkan fill light, sebaiknya pahami dulu pengertiannya.
Fill light adalah suatu jenis lighting atau pencahayaan yang digunakan untuk mengisi bayangan pada suatu proses fotografi. Jenis ini termasuk sebagai pencahayaan tambahan yang bisa digunakan dalam pengaturan lighting apa pun bersama dengan lighting utamanya.
Tujuan dari adanya fill light adalah membantu meningkatkan detail di area bayangan foto dan mengurangi kontras keseluruhan dalam bingkainya.
Fill light sendiri tak perlu selalu ada dalam setiap proses pemotretan. Namun, keberadaan fill light bisa membantu foto tampak lebih rata serta alami. Itulah mengapa, penggunakan fill light sangat direkomendasikan.
Cara Menerapkan Fill Light
Pada dasarnya, menerapkan fill light bisa dilakukan dengan metode iluminasi apa pun. Misalnya senter, layar ponsel, hingga lampu neon.
Namun, bagi pemula, terdapat beberapa metode yang cocok untuk digunakan. Adapun cara menerapkan fill light adalah:
1. Reflektor
Salah satu cara menerapkan fill light adalah menggunakan reflektor. Cara ini tergolong sebagai metode sederhana, dasar, dan paling murah. Tak hanya itu, reflektor pun juga tergolong serbaguna.
Reflektor sendiri adalah bagian dari bahan reflektif. Jadi, apabila diposisikan secara hati-hati, maka bisa membantu memantulkan cahaya utama agar kembali pada bayangan.
Di samping itu, penggunaan reflektor sendiri berlawanan dengan key light. Dengan begitu, jika reflektor diletakkan di sebelah kiri, maka cahaya utamanya ada di sebelah kanan.
Reflektor sendiri adalah pilihan yang tepat saat Anda baru pertama kali mengenal jenis footgrafi potret. Sebab, reflektor memiliki kualitas tinggi dan mudah untuk diatur posisinya.
2. Lampu Studio
Cara menerapkan fill light selanjutnya adalah menggunakan lampu studio atau flash. Di sini, Anda bisa menggunakan satu atau dua lampu studio sebagai fill light.
Lampu studio ini akan bekerja seperti reflektor, tetapi lebih mudah untuk dikontrol. Dalam hal ini, Anda bisa menyempurnakan eksposur serta bentuk lampunya dengan presisi yang tak ada pada reflektor.
Demikian sederet informasi seputar apa itu fill light dan cara menerapkannya. [ENF]
