Penjelasan Kenapa Anjing Bisa Terkena Rabies

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alasan kenapa anjing bisa terkena rabies adalah karena anjing peliharaan digigit hewan pembawa virus rabies seperti rakun maupun kelelawar. Selain itu, liur hewan yang terpapar virus rabies kemudian memasuki mulut, hidung, luka terbuka, atau mata peliharaan pun dapat menjadi penyebabnya.
Penyakit yang umum diderita anjing ini dikenal pula sebagai penyakit anjing gila. Rabies pada anjing ditandai dengan tubuh yang tampak terhuyung hingga jatuh, mengeluarkan air liur berlebihan, sangat sensitif terhadap suara, sentuhan, serta cahaya.
Kemudian peliharaan kesayangan pun akan kelihatan lesu, kurang nafsu makan, kesulitan makan dan minum, hingga menjilati maupun menggigit luka yang terpapar virus. Untuk lebih jelas, simak ulasan kenapa anjing bisa terkena rabies berikut ini.
Simak Alasan Kenapa Anjing Bisa Terkena Rabies dan Penanganannya
Dalam pembahasan sebelumnya telah dijelaskan kenapa anjing bisa terkena rabies serta tanda-tandanya yang harus diwaspadai. Dilansir situs diskes.baliprov.go.id, rabies termasuk penyakit berbahaya. Ia tergolong penyakit menular akut.
Virus rabies penyebab penyakit anjing gila menyerang sistem saraf pusat hewan berdarah panas (kucing, kuda, kera, atau anjing). Penularan terjadi lewat gigitan maupun luka terbuka yang terkena liur hewan rabies. Tahun 1884 penyakit anjing gila atau rabies pertama kali memasuki Indonesia.
Virus yang berbentuk peluru dengan panjang sekitar 180 nanometer serta lebar 75 nanometer ini perlu diwaspadai. Akan tetapi, ia pun cepat mati bila terpapar berbagai zat pelarut lemak misalnya sabun atau deterjen. Peliharaan yang terkena rabies harus segera ditangani atau kemungkinan akan mati dalam jangka waktu 7-10 hari.
Ketika anjing kesayangan terkena virus ini, tidak ada cara lain menyembuhkannya. Begitu terlihat gejala, umumnya dokter akan menidurkan anjing guna mencegah penyebaran virus. Lalu, apa yang harus dilakukan apabila pemilik juga tergigit hewan rabies?
1. Suntikan Cepat
Apabila pemilik belum pernah mendapatkan vaksin rabies sebelumnya, suntikan cepat atau rabies immune globulin harus diberikan sesegera mungkin supaya virus tidak menginfeksi tubuh. Injeksi diberikan di dekat area gigitan.
2. Vaksin Rabies
Vaksin rabies diberikan sebanyak dua suntikan dalam tiga hari pertama bagi orang yang sudah pernah melakukan vaksin rabies sebelumnya. Namun, jika belum pernah maka vaksin akan diberikan empat kali selama 14 hari. Vaksin dilakukan pada bagian lengan.
Demikian kenapa anjing bisa terkena rabies dan penanganannya. Karena virus rabies amat berbahaya sebaiknya segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan tepat apabila terkena gigitan anjing. (DN)
