Konten dari Pengguna

Penyakit Ikan Glofish yang Menyebabkan Kematian Mendadak

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi ikan hias.  Sumber gambar pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi ikan hias. Sumber gambar pixabay.com

Penyakit ikan glofish yang menyebabkan kematian antara lain stres dan keracunan klorin. Meskipun demikian masih banyak lagi penyalkit lainnya yang mengancam kesehatan ikan hias yang satu ini. Karnpena itu, hal ini wajib dipahami pemilik ikan, terutama bagi yang berminat untuk budidaya.

Menurut Mistianah dan ‎Khoirunnisa dalam bukunya yang berjudul Genetic's Flash Flip Book Berbasis Model Pembelajaran Improve, ikan bercahaya glofish merupakan salah satu contoh hewan transgenik yang direkayasa secara genetiknya.

Tidak heran bahwa banyak yang menyukai tampilan ikan cantik yang satu ini. Lantas, apa saja penyakit ikan glofish yang patut diwaspadai? Simak pembahasannya di sini.

Penyakit Ikan Glofish yang Harus Ditangani

ilustrasi ikan hias. Sumber gambar pixabay.com

Ikan yang sangat cantik dengan warna warni menarik ini memang sangat cocok untuk dipelihara dalam akuarium. Hal ini dapat menambah cantik dekorasi ruangan rumah dipadukan dengan ornamen lainnya, seperti batu, pasir dan lampu yang estetik.

Berikut adalah penyakit ikan glofish yang dapat menyebabkan kematian mendadak jika tidak segera ditangani.

1. Stres

Meskipun pada dasarnya ikan glofish ini mudah beradaptasi, namun juga bisa stres ketika dipindah ke media yang lain. Jenis ikan hias yang satu ini memerlukan waktu yang cukup lama, sekitar 2-3 jam untuk beradaptasi dalam akuarium baru.

Meskipun tidak secara langsung menyebabkan kematian, namun ikan yang stres mudah terpapar virus atau bakteri. Gejala yang mudah dilihat dari ikan yan gstres ini dapat dilihat dari aktivitasnya yang cenderung diam di dasar air.

2. Perubahan Suhu

Peubahan suhu dalam akuarium juga menjadi salah satu penyebab ikan menemui kematiannya. Apalagi kalau perubahan suhu tersebut mendadak sehingga ikan menjadi lebih sensitif dan tidak nyaman.

Oleh karena itu, pastikan untuk menyeimbangkan suhu selama proses pergantian air dengan suhu sekitar 22⁰C hingga 28⁰C.

Gejala yang terlihat ketika ikan glofish shock atas perubahan suhu yang terjadi adalah terlihat berenang tanpa arah. Terkadang juga diam dan terlihat mengambang di permukaan air dengan terengah-engah seperti kehabisan nafas.

3. Keracunan Klorin

Tanpa disadari, terkadang air akuarium juga dapat membunuh ikan dalam waktu yang sangat cepat, hanya dalam waktu 24 jam atau kurang. Hal ini dapat terjadi jika air mengandung klorin yang berlebih, biasanya ikan akan terlihat lesu, tidak nafsu makan bahkan terengah-engah.

4. Keracunan Amonia dan Nitrit

Memberi pakan berlebihan pada ikan juga dapat mengakibatkan endapan di dasar kolam yang menghasilkan amonia dan nitrit. Gejala yan gtampak dari keracunan amonia dan nitrit pada ikan glofish ini adalah ikan lesu, melayang-layang, dan nafsu makan berkurang.

Itulah beberapa penyakit ikan glofish yang tidak boleh disepelekan. (FRM)