Penyakit Sugar Glider yang Menular ke Manusia, Wajib Diwaspadai

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sugar glider merupakan salah satu hewan eksotis yang menyenangkan untuk dipelihara. Namun, siapa sangka ada penyakit sugar glider yang menular ke manusia.
Sugar glider merupakan hewan yang lincah nan imut dengan tingkah yang menggemaskan. Namun, kalau tidak berhati-hati dalam perawatan, maka pemilik bisa terserang penyakit.
Berikut akan dibahas lebih lanjut mengenai penyakit sugar glider yang menular ke manusia, termasuk tanda-tanda dan penanganannya.
Penyakit Sugar Glider yang Menular ke Manusia
Serupa dengan hewan lainnya, sugar glider juga bisa mengalami banyak gangguan serta penyakit yang berkaitan dengan ketidakseimbangan pola makan, obesitas, dan nutrisi.
Penyakit lainnya bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, parasit, atau jamur. Namun, salah satu penyakit yang harus diwaspadai adalah penyakit leptospirosis.
Berdasarkan Buku Pintar Penanggulangan Wabah Penyakit Dunia dan Nasional karya Winarni, penyakit leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira. Bakteri tersebut bisa ditularkan melalui darah hewan yang sudah terinfeksi dan melalui urin.
Lebih lanjut, sugar glider dapat terinfeksi penyakit leptospirosis dan menularkannya ke manusia apabila mereka bersentuhan dengan air atau makanan yang sudah terkontaminasi oleh bakteri.
Adapun gejala manusia yang tertular penyakit leptospirosis, yaitu:
Demam
Menggigil
Sakit kepala
Nyeri otot
Muntah
Diare
Sakit tenggorokan
Kulit menguning
Gejala di atas akan muncul setelah melewati masa inkubasi, yaitu sekitar 5 hingga 14 hari. Parahnya, penyakit leptospirosis dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan hati.
Kendati begitu, penyakit ini masih bisa dicegah dengan cara memperhatikan kebersihan secara ketat. Mulai dari kandang, tempat makanan, serta air minum sugar glider.
Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah melakukan kontak fisik dengan sugar glider. Hal ini sangat diperlukan demi mencegah infeksi apapun yang tidak diketahui.
Tidak hanya itu, asupan makanan yang diberikan pada sugar glider juga harus diperhatikan. Pastikan agar hewan peliharaan tersebut diberi makanan baik yang kaya akan nutrisi.
Agar kesehatan dan asupan gizinya terpenuhi, mungkin perlu diberi suplemen hewan. Namun sebelum memberi suplemen, alangkah baiknya untuk konsultasi pada dokter hewan terlebih dahulu.
Itulah penyakit sugar glider yang bisa menular ke manusia. Penyakit tersebut tentu harus diwaspadai dengan tetap bisa memelihara sugar glider. (SP)
