Konten dari Pengguna

Penyebab Dormansi Benih Tanaman yang Perlu Diwaspadai

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyebab dormansi benih. Foto: Fredox Carvalho/Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyebab dormansi benih. Foto: Fredox Carvalho/Pexels

Penyebab dormansi benih tanaman bisa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Memahami penyebab dormansi benih penting agar proses perkecambahan bisa berjalan optimal.

Dormansi benih merupakan kondisi di mana benih tidak dapat berkecambah meskipun berada dalam kondisi lingkungan yang ideal.

Perlu diketahui menurut buku Teks Fisiologi & Metabolisme Benih, Sholeh Avivi dkk, (2021:95), dormansi merupakan kondisi benih dicegah untuk berkecambah bahkan walaupun berada di lingkungan yang optimal.

Penyebab Dormansi Benih Tanaman

Ilustrasi penyebab dormansi benih. Foto: Kenneth Surillo/Pexels

Dormansi tentu saja memiliki dampak yang dapat menghambat tumbuh kembang tanaman, salah satunya adalah mengurangi produktivitas tanaman. Berikut beberapa penyebab dormansi benih tanaman yang perlu diwaspadai:

1. Ketidakmampuan Kulit Biji untuk Menyerap Air

Pada banyak spesies, kulit biji sepenuhnya tidak dapat ditembus oleh air ketika biji mencapai kematangan. Kondisi ini sering terjadi pada biji berbagai jenis legum, seperti semanggi, alfalfa, teratai air, serta morning glory.

Perkecambahan tidak akan terjadi hingga air berhasil menembus kulit biji tersebut.

2. Kulit Biji yang Tahan Secara Mekanis

Pada beberapa biji, seperti pada mustard (Brassica), pigweed (Amaranthus), dan shepherd’s purse (Capsella), kulit bijinya sangat kuat sehingga tidak bisa ditembus oleh tekanan dari embrio yang sedang tumbuh.

Embrio biji ini sebenarnya tidak mengalami masa dormansi dan akan tumbuh dengan cepat jika kulit bijinya dihilangkan.

3. Kulit Biji yang Tidak Dapat Ditembus oleh Oksigen

Pada buah cocklebur (Xanthium), dua bijinya memiliki pola dormansi yang berbeda. Biji bagian bawah biasanya berkecambah pada musim semi setelah matang, sedangkan biji bagian atas tetap dorman hingga tahun berikutnya.

Ketidakmampuan kulit biji untuk ditembus oksigen terbukti menjadi penyebab dormansi pada biji-biji ini.

4. Embrio yang Belum Sempurna

Pada tanaman seperti ginkgo (Ginkgo biloba), European ash (Fraxinus), holly (Ilex), dan berbagai jenis anggrek, embrio dalam biji masih belum terbentuk sepenuhnya saat biji jatuh dari tanaman induk.

Embrio tersebut baru mencapai perkembangan penuh sebelum proses perkecambahan dimulai, yang menyebabkan adanya penundaan dalam waktu perkecambahan. Kondisi ini sering disebut dengan embrio rudimenter dan berkontribusi pada dormansi biji.

Itulah beberapa penyebab dormansi benih pada tanaman yang perlu untuk diwaspadai. Hal ini dilakukan demi menjaga produktivitas tanaman serta menstabilkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. (nov)

Baca juga: 5 Rekomendasi Benih Melon Terbaik untuk Hasil Panen Berkualitas